AWKI Soroti Pentingnya Perlindungan Bagi Pengemudi Ojek Online Perempuan

LintasWarganet.com – 25 April 2026 | Aliansi Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) kembali menyoroti kebutuhan mendesak akan perlindungan khusus bagi pengemudi ojek daring (ojol) perempuan. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada awal minggu ini, organisasi tersebut menegaskan bahwa meski sektor transportasi online terus berkembang, perempuan yang menjadi pengemudi masih menghadapi risiko keselamatan, diskriminasi, dan kurangnya akses terhadap asuransi kerja.

Data yang dihimpun oleh beberapa lembaga riset menunjukkan bahwa wanita menyumbang sekitar 15% dari total pengemudi ojol di Indonesia. Dari jumlah tersebut, hampir tiga perempat mengaku pernah mengalami pelecehan verbal atau fisik selama menjalankan tugas. Selain itu, tingkat kecelakaan yang melibatkan pengemudi perempuan tercatat lebih tinggi dibandingkan rekan pria, terutama pada jam-jam rawan lalu lintas malam.

AWKI mengusulkan serangkaian langkah konkret untuk mengurangi kesenjangan ini:

  • Mendorong platform ojek daring menyediakan paket asuransi kesehatan dan kecelakaan yang terjangkau khusus bagi pengemudi perempuan.
  • Menetapkan standar pelatihan keamanan yang mencakup penanganan situasi kekerasan dan strategi de‑eskalasi.
  • Mengintegrasikan fitur keamanan dalam aplikasi, seperti tombol darurat yang terhubung langsung ke layanan kepolisian dan layanan medis.
  • Memberikan insentif fiskal bagi perusahaan yang terbukti meningkatkan rasio pengemudi perempuan serta melaporkan data keselamatan secara transparan.
  • Mengadakan kampanye publik yang menekankan pentingnya menghormati hak dan keselamatan pengemudi perempuan.

Selain rekomendasi kebijakan, AWKI juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, operator platform, serta serikat pekerja. Mereka berharap dengan sinergi tersebut, perempuan dapat bekerja di sektor ojol dengan rasa aman dan memperoleh perlindungan yang setara dengan rekan pria.

Jika rekomendasi ini diadopsi, diharapkan tidak hanya menurunkan angka kecelakaan dan insiden pelecehan, tetapi juga meningkatkan partisipasi perempuan dalam ekonomi digital, sejalan dengan agenda inklusi gender yang dicanangkan pemerintah.