Maruarar tekankan pemberdayaan UMKM di lokasi penataan kawasan kumuh

LintasWarganet.com – 24 April 2026 | Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara), menegaskan kembali pentingnya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam setiap proyek penataan kawasan kumuh di Indonesia. Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, ia menyoroti bahwa strategi revitalisasi permukiman tidak hanya berfokus pada penyediaan rumah layak huni, tetapi juga pada penciptaan peluang ekonomi berkelanjutan bagi warga setempat.

  • Modal awal: Pemerintah akan menyalurkan dana hibah dan pinjaman lunak dengan bunga rendah kepada pelaku UMKM yang terdaftar dalam basis data lokal.
  • Pelatihan keterampilan: Lembaga pelatihan kerja akan menyelenggarakan kursus singkat mengenai manajemen usaha, digital marketing, dan standar kualitas produk.
  • Pendampingan pemasaran: Tim khusus akan membantu UMKM memasarkan produk melalui platform e‑commerce pemerintah serta memfasilitasi pameran produk di kawasan baru.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menurunkan tingkat pengangguran di wilayah kumuh hingga 15 persen dalam dua tahun pertama, sekaligus meningkatkan pendapatan rata‑rata rumah tangga sebesar 20 persen. Data survei awal di tiga kota pilot—Jakarta, Surabaya, dan Medan—menunjukkan peningkatan partisipasi UMKM sebesar 35 persen setelah program bantuan pertama diluncurkan.

Maruarar menambahkan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Ia mengajak para pengusaha besar untuk menjadi mitra dalam rantai pasok, sehingga UMKM lokal dapat menjadi subkontraktor resmi dalam proyek penataan. “Kita tidak hanya membangun rumah, tapi juga membangun masa depan ekonomi warga,” ujarnya.

Selain fokus pada pemberdayaan ekonomi, pemerintah juga memperhatikan aspek sosial, seperti peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan di kawasan yang sedang direvitalisasi. Dengan pendekatan holistik ini, diharapkan kawasan kumuh dapat bertransformasi menjadi lingkungan yang lebih layak huni, produktif, dan berkelanjutan.