Brand Kecantikan Asal Korsel Tutup Gerai Fisik, Innisfree Hengkang dari Indonesia?

LintasWarganet.com – 21 April 2026 | Innisfree, salah satu merek kecantikan terkemuka asal Korea Selatan, resmi menutup semua gerai fisiknya di Indonesia pada akhir 2024. Keputusan ini menandai langkah penting bagi perusahaan yang selama lebih dari satu dekade beroperasi di pasar Indonesia.

Sejak pertama kali membuka toko di Jakarta pada tahun 2012, Innisfree berhasil memperluas jaringan ritel ke berbagai pusat perbelanjaan besar, termasuk Plaza Indonesia, Grand Indonesia, Senayan City, dan banyak mal regional di kota-kota utama. Pada puncaknya, jaringan toko mandiri mencapai lebih dari 20 cabang.

Penutupan gerai fisik dipicu oleh beberapa faktor. Perubahan perilaku konsumen yang kini lebih memilih belanja daring, tekanan biaya operasional yang tinggi di mal, serta persaingan ketat dengan merek lokal dan internasional menjadi alasan utama. Selain itu, pandemi COVID‑19 mempercepat pergeseran ke platform e‑commerce, membuat model ritel tradisional kurang menguntungkan.

Innisfree menegaskan bahwa fokus bisnisnya akan dialihkan sepenuhnya ke kanal digital. Perusahaan berencana memperkuat situs resmi, aplikasi seluler, serta kemitraan dengan marketplace lokal seperti Shopee dan Tokopedia. Langkah ini diharapkan dapat mempertahankan pangsa pasar sekaligus menurunkan biaya tetap.

Berikut adalah beberapa lokasi toko Innisfree yang telah dihentikan operasinya:

  • Plaza Indonesia, Jakarta
  • Grand Indonesia, Jakarta
  • Senayan City, Jakarta
  • Transmart Carrefour, Bandung
  • AEON Mall, Surabaya

Meskipun kehilangan pengalaman berbelanja langsung, konsumen tetap dapat menikmati produk Innisfree melalui penawaran eksklusif daring, layanan konsultasi kecantikan virtual, serta program loyalty yang diintegrasikan ke dalam aplikasi.

Para analis memperkirakan bahwa Innisfree mungkin akan kembali ke pasar fisik dengan konsep yang lebih fleksibel, seperti pop‑up store atau “store‑within‑store” di department store besar. Model semacam ini memungkinkan brand tetap menjaga kehadiran fisik tanpa menanggung beban operasional yang besar.

Keputusan ini mencerminkan tren global di industri kecantikan, di mana merek-merek besar mengoptimalkan kehadiran online sambil menyesuaikan strategi ritel fisik mereka dengan realitas pasar yang terus berubah.