Ujian TKA SD Dimulai, Menteri Pendidikan Abdul Mutti Sebut Ada Daerah yang Minta Ujian Susulan

LintasWarganet.com – 20 April 2026 | Jawa Pos, 26 April 2024 – Ujian Kompetensi Akademik (TKA) untuk siswa Sekolah Dasar (SD) resmi dibuka pada hari Senin, menandai pelaksanaan salah satu tahapan penting dalam reformasi sistem pendidikan nasional. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Abdul Mutti, menyampaikan bahwa proses pelaksanaan berjalan lancar di sebagian besar wilayah.

Namun, tidak semua wilayah dapat melaksanakan ujian sesuai jadwal. Kabupaten Maluku Utara mengajukan permohonan ujian susulan setelah terjadi gempa bumi berkekuatan 6,2 SR pada 22 April 2024 yang mengakibatkan kerusakan pada beberapa fasilitas pendidikan. Gempa tersebut menutup sekolah-sekolah di wilayah tersebut, sehingga proses persiapan materi ujian terhambat.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Abdul Mutti menyatakan: “Kami memahami situasi darurat yang dialami warga Maluku Utara. Pemerintah pusat siap mengatur jadwal ujian susulan agar tidak merugikan peserta didik yang terdampak. Prioritas utama tetap pada keselamatan dan kelancaran proses belajar mengajar.”

Berikut langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mengatur ujian susulan di Maluku Utara:

  • Penilaian kerusakan fasilitas ujian oleh tim teknis Kementerian.
  • Penentuan lokasi alternatif yang memenuhi standar keamanan dan kesehatan.
  • Penyusunan jadwal baru yang tidak mengganggu kalender akademik nasional.
  • Koordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk sosialisasi kepada guru, siswa, dan orang tua.
  • Penyediaan materi ujian dan perlengkapan pendukung secara cepat.

Selain Maluku Utara, Menteri Mutti menegaskan bahwa tidak ada laporan serupa dari provinsi lain. Pemerintah tetap memantau situasi secara real time melalui sistem informasi pendidikan berbasis daring.

Ujian TKA SD ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menilai kompetensi dasar matematika, bahasa Indonesia, dan ilmu pengetahuan alam siswa, sekaligus menyediakan data akurat bagi perbaikan kurikulum. Diharapkan, dengan adanya mekanisme ujian susulan, tidak ada siswa yang kehilangan kesempatan untuk mengikuti penilaian nasional hanya karena faktor bencana alam.