Menteri Sosial Tinjau STIP, Targetkan Peluncuran Sekolah Rakyat Rintisan Mulai Mei

LintasWarganet.com – 19 April 2026 | Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau yang lebih dikenal sebagai Gus Ipul, melakukan kunjungan langsung ke gedung Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) pada pekan ini. Kunjungan tersebut bertujuan menilai kesiapan fasilitas dan infrastruktur sebagai bagian dari persiapan peluncuran program Sekolah Rakyat yang direncanakan akan dimulai pada bulan Mei 2024.

Dalam agenda kunjungan, Gus Ipul bersama tim teknis menelusuri ruang kelas, laboratorium, serta area pendukung lainnya. Ia menekankan pentingnya standar kualitas ruang belajar yang ramah anak serta kemampuan menampung jumlah peserta didik yang cukup besar. Menurutnya, Sekolah Rakyat dirancang sebagai alternatif pendidikan yang terjangkau, fleksibel, dan berbasis pada kebutuhan lokal.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas akses pendidikan dasar bagi anak-anak di wilayah yang belum terjangkau jaringan sekolah formal. Rintisan pertama diperkirakan akan dilaksanakan di beberapa daerah dengan tingkat kesenjangan pendidikan yang tinggi, termasuk wilayah perkotaan kumuh dan daerah terpencil.

  • Target peluncuran: Mei 2024
  • Lokasi rintisan pertama: Beberapa wilayah di Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur
  • Jumlah peserta yang diharapkan: Lebih dari 10.000 anak usia 6-12 tahun dalam fase awal

Gus Ipul menuturkan bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi seperti STIP sangat vital untuk menyediakan tenaga pengajar, kurikulum, serta modul pembelajaran yang sesuai dengan standar nasional. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung operasional dan pengadaan bahan ajar.

Selain meninjau fasilitas, Menteri Sosial juga berdiskusi dengan kepala STIP mengenai potensi kerjasama penelitian dan pengembangan metode pembelajaran yang inovatif. Hal ini diharapkan dapat memperkaya materi ajar Sekolah Rakyat, terutama dalam bidang sains dan teknologi yang menjadi fokus utama STIP.

Para pengamat pendidikan menilai langkah ini sebagai upaya strategis untuk menutup kesenjapan akses pendidikan, sekaligus memperkuat peran pemerintah dalam penyediaan layanan pendidikan yang inklusif. Namun, mereka juga mengingatkan perlunya monitoring dan evaluasi yang ketat agar program tidak hanya berhenti pada fase rintisan, melainkan berkelanjutan dan terukur.