Skandal Pelecehan di Kampus UBL: Mahasiswa Tuntut Dosen Inisial Y Diberhentikan Permanen
Skandal Pelecehan di Kampus UBL: Mahasiswa Tuntut Dosen Inisial Y Diberhentikan Permanen

Skandal Pelecehan di Kampus UBL: Mahasiswa Tuntut Dosen Inisial Y Diberhentikan Permanen

LintasWarganet.com – 14 April 2026 | Ratusan mahasiswa Universitas Budi Luhur (UBL) menggelar diskusi terbuka di aula utama kampus pada hari Selasa, menuntut tindakan tegas atas tuduhan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dosen berinisial Y. Keresahan menyelimuti lingkungan kampus setelah sejumlah korban mengungkapkan pengalaman tidak senonoh yang terjadi di dalam ruang kelas dan ruang kerja dosen.

Mahasiswa menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar insiden pribadi, melainkan pelanggaran terhadap kode etik akademik dan hak asasi manusia. Mereka menuntut agar dosen berinisial Y diberhentikan secara permanen, serta dilakukan proses investigasi independen yang melibatkan lembaga eksternal.

Permintaan Mahasiswa

  • Penghentian segera dan permanen terhadap dosen berinisial Y.
  • Pembentukan tim investigasi independen yang tidak terafiliasi dengan pihak universitas.
  • Penyediaan layanan konseling dan dukungan psikologis bagi korban.
  • Revisi kebijakan internal kampus terkait pelecehan seksual, termasuk prosedur pelaporan yang lebih transparan.
  • Pengawasan ketat terhadap proses seleksi dan penilaian dosen untuk mencegah terulangnya kasus serupa.

Pihak administrasi UBL menyatakan bahwa mereka sedang meninjau laporan yang masuk dan berkomitmen untuk melindungi keamanan serta kesejahteraan mahasiswa. Namun, belum ada keputusan resmi mengenai status dosen tersebut, yang memicu ketegangan semakin memuncak.

Isu ini menyoroti perlunya reformasi kebijakan kampus secara menyeluruh, terutama dalam hal pencegahan dan penanggulangan pelecehan seksual. Observers mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan sangat bergantung pada respons yang cepat, transparan, dan berkeadilan.

Dengan tekanan publik yang terus meningkat, universitas diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan resmi dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, mahasiswa bertekad melanjutkan aksi damai hingga tuntutan mereka dipenuhi.