Unnes Sulap Limbah Daun Jadi Pewarna Mahal, Diburu Pasar Luar Negeri
Unnes Sulap Limbah Daun Jadi Pewarna Mahal, Diburu Pasar Luar Negeri

Unnes Sulap Limbah Daun Jadi Pewarna Mahal, Diburu Pasar Luar Negeri

LintasWarganet.com – 14 April 2026 | Penelitian tim dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) berhasil mengubah limbah daun yang biasanya dibuang menjadi bahan baku pewarna alami bernilai tinggi. Proses konversi dilakukan melalui ekstraksi kimia ramah lingkungan, diikuti dengan purifikasi untuk menghasilkan pigmen dengan kadar warna stabil.

Hasilnya, pewarna tersebut memiliki kualitas yang setara dengan pewarna sintetis premium, namun dengan keunggulan biodegradable dan tidak mengandung bahan beracun. Karena karakteristik tersebut, produk ini menarik minat pasar internasional, khususnya produsen tekstil organik dan industri kosmetik alami.

  • Langkah pertama: pengumpulan daun kering dari area kampus.
  • Pemotongan dan pengeringan lanjutan hingga mencapai kadar air <10%.
  • Ekstraksi menggunakan pelarut nabati pada suhu terkontrol.
  • Penghilangan impuritas melalui filtrasi dan kromatografi.
  • Pengujian kualitas warna, kestabilan cahaya, dan keamanan kulit.

Tim riset dipimpin oleh Dr. Ahmad Fajar, M.Si., yang menyatakan bahwa skala produksi awal diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan pasar domestik, sementara permintaan ekspor diproyeksikan meningkat 30% dalam dua tahun ke depan. Beberapa perusahaan di Eropa dan Amerika Utara telah mengajukan permintaan sampel, dan negosiasi kontrak sedang berlangsung.

Selain potensi ekonomi, inovasi ini juga mendukung agenda keberlanjutan kampus dengan mengurangi volume sampah organik. Unnes berencana memperluas program pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah, termasuk pengembangan bahan bakar bio dan bioaktif farmasi.

Dengan dukungan dari pemerintah melalui hibah riset dan kemitraan industri, diharapkan teknologi ini dapat diintegrasikan ke dalam rantai nilai nasional, memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen bahan alami berkualitas tinggi.