Semakin Diakui di Kancah Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional “The Asset Triple A” di Hong Kong
Semakin Diakui di Kancah Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional “The Asset Triple A” di Hong Kong

Semakin Diakui di Kancah Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional “The Asset Triple A” di Hong Kong

LintasWarganet.com – 14 April 2026 | Pegadaian, perusahaan BUMN yang bergerak di bidang layanan gadai, baru-baru ini dinobatkan sebagai pemenang dalam kategori “Best Social Bond/Sukuk – Non Bank Financial Institution (NBFI)” pada ajang The Asset Triple A yang diselenggarakan di Hotel Four Seasons, Hong Kong.

Penghargaan ini menandai pengakuan internasional atas upaya Pegadaian dalam mengembangkan instrumen keuangan berkelanjutan, khususnya sukuk sosial yang ditujukan untuk mendukung inklusi keuangan dan pemberdayaan UMKM di Indonesia.

Detail Penghargaan

Kategori Best Social Bond/Sukuk – NBFI
Penyelenggara The Asset Triple A
Lokasi Hong Kong
Tanggal April 2024

Penilaian juri didasarkan pada beberapa kriteria, antara lain:

  • Kesesuaian proyek dengan tujuan sosial dan lingkungan.
  • Transparansi pelaporan dan pengelolaan dana.
  • Dampak ekonomi yang terukur, khususnya bagi sektor mikro dan kecil.
  • Inovasi dalam struktur sukuk dan mekanisme distribusi.

Tim manajemen Pegadaian menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bukti bahwa strategi keuangan berkelanjutan perusahaan telah berhasil menarik perhatian investor global. “Kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan produk sukuk sosial, sehingga dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat sekaligus meningkatkan reputasi Indonesia di pasar modal internasional,” ujar Direktur Utama Pegadaian dalam sambutan di acara penghargaan.

Keberhasilan ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai penerbit sukuk sosial terbesar di Asia Tenggara. Dengan menyalurkan dana sukuk ke program-program pembiayaan mikro, Pegadaian berkontribusi pada pencapaian target inklusi keuangan yang ditetapkan pemerintah.

Ke depan, Pegadaian berencana memperluas portofolio sukuk sosialnya, mencakup sektor energi terbarukan, pendidikan, dan kesehatan. Langkah ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) yang diadopsi oleh negara.