Indef: Hilirisasi Mineral Logam Dorong Realisasi Investasi di Indonesia
Indef: Hilirisasi Mineral Logam Dorong Realisasi Investasi di Indonesia

Indef: Hilirisasi Mineral Logam Dorong Realisasi Investasi di Indonesia

LintasWarganet.com – 14 April 2026 | Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, menegaskan bahwa upaya hilirisasi pada subsektor mineral logam menjadi pendorong utama dalam merealisasikan investasi di sektor pertambangan Indonesia. Menurutnya, transformasi nilai tambah dari sekadar penambangan menjadi proses pengolahan dan produksi barang setengah jadi atau jadi dapat meningkatkan kontribusi fiskal, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Berikut beberapa poin kunci yang diungkapkan dalam pernyataan tersebut:

  • Peningkatan Nilai Tambah: Dengan menambah tahapan pengolahan, nilai ekspor mineral logam dapat naik signifikan, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
  • Penyerapan Investasi Asing: Investor asing cenderung tertarik pada proyek hilir yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi dibandingkan tambang konvensional.
  • Penciptaan Lapangan Kerja: Industri pengolahan memerlukan tenaga kerja terampil, membuka peluang bagi tenaga kerja lokal dan peningkatan kompetensi melalui pelatihan.
  • Dukungan Kebijakan Pemerintah: Pemerintah telah memperkenalkan insentif fiskal, kemudahan perizinan, dan program kemitraan publik-swasta untuk mempercepat pembangunan fasilitas hilir.
  • Penguatan Rantai Pasok Nasional: Hilirisasi mendorong pengembangan industri penunjang seperti alat berat, bahan kimia, dan logistik, yang pada gilirannya meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

Data terbaru menunjukkan bahwa investasi dalam proyek hilir mineral logam mengalami pertumbuhan dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2023, total nilai investasi mencapai sekitar USD 5,2 miliar, dengan mayoritas dana mengalir ke proyek pengolahan tembaga, nikel, dan bauksit.

Tahun Investasi (USD Miliar) Subsektor Utama
2019 2,3 Pemrosesan Nikel
2020 2,8 Pengolahan Tembaga
2021 3,4 Refining Bauksit
2022 4,6 Produksi Logam Langka
2023 5,2 Integrasi Vertikal Mineral

Indef menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga keuangan untuk mengoptimalkan potensi hilirisasi. Penguatan regulasi yang transparan, peningkatan infrastruktur, serta pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci dalam memastikan investasi tidak hanya masuk, tetapi juga berkelanjutan.

Dengan langkah strategis tersebut, diharapkan hilirisasi mineral logam tidak hanya meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju industri yang lebih berbasis nilai tambah.