Elektrifikasi Rangkasbitung–Merak Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Kawasan Baru
Elektrifikasi Rangkasbitung–Merak Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Kawasan Baru

Elektrifikasi Rangkasbitung–Merak Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Kawasan Baru

LintasWarganet.com – 12 April 2026 | Proyek elektrifikasi jalur kereta api antara Rangkasbitung dan Merak mulai digulirkan sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan transportasi di wilayah Banten. Dengan mengubah jalur diesel menjadi listrik, pemerintah berharap dapat menurunkan biaya operasional, meningkatkan kecepatan, serta menambah kenyamanan bagi penumpang.

Rute ini menghubungkan titik strategis, mulai dari kawasan industri di Tanah Abang hingga pelabuhan Merak yang menjadi gerbang utama menuju Pulau Sumatra. Tarif perjalanan diperkirakan akan turun menjadi sekitar Rp11.000, menjadikannya pilihan yang ekonomis bagi pelajar, pekerja, dan wisatawan.

Berikut beberapa manfaat utama yang diantisipasi:

  • Efisiensi energi: Kereta listrik mengkonsumsi energi lebih rendah dibandingkan diesel, sehingga mengurangi jejak karbon.
  • Peningkatan frekuensi layanan: Dengan infrastruktur yang lebih modern, jadwal kereta dapat ditingkatkan, memperpendek waktu tunggu.
  • Stimulasi ekonomi lokal: Konektivitas yang lebih baik akan menarik investasi baru, khususnya di sektor logistik, pariwisata, dan properti.
  • Pengurangan polusi udara: Menggantikan mesin diesel mengurangi emisi berbahaya di kawasan padat penduduk.

Selain itu, elektrifikasi diharapkan dapat membuka peluang pengembangan kawasan baru di sekitar stasiun rangkasbitung‑Merak. Pengembang properti telah menunjukkan minat untuk membangun perumahan, pusat perbelanjaan, dan fasilitas publik yang terintegrasi dengan jaringan transportasi.

Proses konstruksi diperkirakan selesai dalam dua tahun ke depan, dengan target operasional penuh pada akhir 2028. Pemerintah daerah dan PT Kereta Api Indonesia berkoordinasi untuk memastikan standar keselamatan dan kenyamanan tetap terjaga selama fase transisi.

Dengan langkah ini, wilayah selatan Jawa Barat dan Banten semakin terhubung secara optimal, memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi regional dan memperluas akses mobilitas bagi masyarakat.