Resmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Listrik, Prabowo: Indonesia Sedang Bangkit
Resmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Listrik, Prabowo: Indonesia Sedang Bangkit

Resmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Listrik, Prabowo: Indonesia Sedang Bangkit

LintasWarganet.com – 10 April 2026 | Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka pabrik perakitan kendaraan listrik (EV) yang terletak di kawasan industri Jawa Barat. Acara tersebut dihadiri oleh pejabat kementerian, pengusaha otomotif, serta perwakilan serikat pekerja.

Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan penuh bagi pengembangan industri otomotif nasional, khususnya dalam rangka mempercepat transisi ke kendaraan ramah lingkungan. Ia menyatakan bahwa langkah ini merupakan bukti bahwa Indonesia sedang bangkit dan siap bersaing di pasar global.

Berikut beberapa poin utama yang disampaikan dalam acara tersebut:

  • Investasi awal pabrik diperkirakan mencapai Rp5 triliun, dengan harapan menarik tambahan investasi asing di sektor EV.
  • Pabrik diharapkan dapat memproduksi 50.000 unit kendaraan listrik per tahun pada fase pertama.
  • Target penciptaan lapangan kerja langsung mencapai 3.000 orang, serta ribuan pekerjaan tidak langsung di rantai pasokan.
  • Pemerintah akan menyediakan insentif fiskal, keringanan pajak, serta kemudahan perizinan bagi produsen dan pemasok komponen EV.
  • Pengembangan infrastruktur pengisian daya (charging station) akan dipercepat, dengan target 1.000 titik pengisian pada akhir 2025.

Keputusan ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menargetkan 20% kendaraan di jalan raya Indonesia berjenis listrik pada tahun 2030. Pemerintah juga berencana meningkatkan produksi baterai dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor.

Para pengamat menilai bahwa keberhasilan pabrik ini dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, termasuk pengembangan teknologi baterai, perangkat lunak, dan layanan mobilitas.

Selanjutnya, pemerintah berjanji akan terus memantau progres pabrik dan menyesuaikan kebijakan guna memastikan tercapainya target produksi, kualitas, serta keberlanjutan lingkungan.