Beda Biaya Penggunaan Mobil Listrik dan Konvensional Menurut KOLEKSI
Beda Biaya Penggunaan Mobil Listrik dan Konvensional Menurut KOLEKSI

Beda Biaya Penggunaan Mobil Listrik dan Konvensional Menurut KOLEKSI

LintasWarganet.com – 09 April 2026 | Ketua Umum Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI), Arwani Hidayat, menyoroti perbedaan signifikan antara biaya operasional mobil listrik dan mobil berbahan bakar fosil. Menurutnya, meski harga beli mobil listrik masih berada pada level yang lebih tinggi, total biaya kepemilikan selama masa pakai dapat jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional.

Berikut rangkuman perbandingan komponen biaya utama yang disampaikan oleh KOLEKSI:

Komponen Biaya Mobil Listrik Mobil Konvensional
Harga Pembelian (perkiraan) Rp 550.000.000 Rp 350.000.000
Biaya Energi per 100 km Rp 300.000 (listrik) Rp 1.200.000 (bensin)
Biaya Perawatan Tahunan Rp 2.000.000 Rp 4.500.000
Pajak & Registrasi Lebih rendah (insentif pemerintah) Standar
Depresiasi (5 tahun) Rp 110.000.000 Rp 105.000.000

Dari tabel di atas terlihat bahwa biaya energi listrik hanya sekitar 25% dari biaya bensin untuk jarak yang sama. Selain itu, sistem penggerak listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak, sehingga meminimalisir kebutuhan perawatan rutin seperti penggantian oli atau filter udara.

Arwani menambahkan bahwa faktor-faktor berikut turut menurunkan beban biaya bagi pemilik mobil listrik:

  • Insentif pajak dan subsidi pemerintah yang mengurangi beban PPN serta biaya registrasi.
  • Ketersediaan stasiun pengisian cepat yang semakin meluas, menurunkan waktu dan biaya pengisian.
  • Penggunaan baterai dengan umur pakai yang kini mencapai 8–10 tahun, sehingga nilai sisa kendaraan tetap kompetitif.

Secara keseluruhan, KOLEKSI memperkirakan bahwa dalam jangka panjang, pemilik mobil listrik dapat menghemat hingga 30–40% dibandingkan dengan pemilik mobil konvensional, terutama bagi pengguna yang menempuh jarak harian tinggi.