PLN Benchmarking dengan EVN: Mempercepat Pengembangan Ekosistem Hidrogen di Asia Tenggara
PLN Benchmarking dengan EVN: Mempercepat Pengembangan Ekosistem Hidrogen di Asia Tenggara

PLN Benchmarking dengan EVN: Mempercepat Pengembangan Ekosistem Hidrogen di Asia Tenggara

LintasWarganet.com – 09 April 2026 | Perusahaan listrik negara Indonesia, PT PLN (Persero), dan Vietnam Electricity (EVN) menandatangani kesepakatan strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem hidrogen di kawasan Asia Tenggara. Kesepakatan ini meliputi pertukaran pengetahuan, benchmarking praktik terbaik, serta peluncuran proyek percontohan yang mengintegrasikan teknologi hidrogen ke dalam sistem pembangkit listrik.

Tujuan utama kolaborasi ini adalah meningkatkan efisiensi pembangkit listrik, mengurangi emisi karbon, serta mempercepat komersialisasi hidrogen sebagai sumber energi bersih. Kedua perusahaan berencana mengimplementasikan tiga fase utama:

  1. Studi kelayakan dan analisis pasar hidrogen di Indonesia, Vietnam, serta negara tetangga.
  2. Pengembangan pilot plant hidrogen berbasis elektrolisis yang terhubung dengan pembangkit listrik konvensional.
  3. Skala produksi dan integrasi hidrogen dalam jaringan listrik regional.

Berikut ringkasan rencana aksi yang disepakati:

Fase Deskripsi Jadwal
Fase 1 Studi kelayakan, pemetaan regulasi, dan identifikasi potensi lokasi 2024 Q3 – 2025 Q1
Fase 2 Pembangunan pilot plant 10 MW dengan teknologi elektrolisis 2025 Q2 – 2026 Q4
Fase 3 Ekspansi kapasitas, integrasi ke jaringan listrik, transfer teknologi 2027 onward

Kolaborasi ini juga mencakup pelatihan teknis bagi tenaga kerja, pertukaran data operasional, serta penyusunan standar keamanan hidrogen yang disesuaikan dengan kondisi regional. PLN akan memanfaatkan pengalaman EVN dalam pengelolaan jaringan listrik lintas batas, sementara EVN akan belajar dari program digitalisasi PLN di Indonesia.

Para ahli menilai bahwa sinergi antara dua perusahaan utilitas terbesar di wilayah ini dapat menjadi katalisator utama bagi transisi energi bersih. Jika berhasil, ekosistem hidrogen Asia Tenggara dapat menyediakan hingga 15% kebutuhan energi listrik pada tahun 2035, sekaligus membuka peluang investasi bagi sektor swasta.

Secara keseluruhan, langkah ini menandai babak baru dalam upaya regional untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memperkuat ketahanan energi melalui solusi berbasis hidrogen.