Bangunan Sekolah Dipagar Ahli Waris, Murid SDN Bunisari di KBB Terpaksa Masuk Kelas Bergantian
Bangunan Sekolah Dipagar Ahli Waris, Murid SDN Bunisari di KBB Terpaksa Masuk Kelas Bergantian

Bangunan Sekolah Dipagar Ahli Waris, Murid SDN Bunisari di KBB Terpaksa Masuk Kelas Bergantian

LintasWarganet.com – 09 April 2026 | Di Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bunisari kini dikelilingi pagar milik ahli waris tanah yang sebelumnya menjadi lokasi sekolah. Akibat sengketa kepemilikan lahan, pihak sekolah terpaksa mengubah jadwal belajar menjadi dua shift untuk menampung semua siswa.

Shift pagi dimulai pukul 07.30 hingga 10.30, sementara shift siang berlangsung dari 13.00 hingga 16.00. Dengan pembagian ini, tiap kelas hanya dapat menampung sekitar setengah dari jumlah murid biasanya, sehingga beberapa anak harus menunggu giliran masuk kelas berikutnya.

Para orang tua mengungkapkan kekhawatiran atas dampak negatif pola belajar bergantian. Mereka menilai kualitas pendidikan akan menurun karena waktu belajar yang terbatas dan beban kerja guru yang meningkat.

  • Meminta penyelesaian sengketa lahan secara cepat.
  • Mengajukan bantuan dana darurat bagi sekolah.
  • Menuntut penambahan fasilitas kelas temporer.

Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat menyatakan akan melakukan mediasi dengan ahli waris dan meninjau kemungkinan penggunaan ruang alternatif, termasuk gedung balai desa atau fasilitas umum lain. Kepala Sekolah SDN Bunisari menegaskan komitmen untuk tetap melaksanakan proses belajar mengajar meski dengan keterbatasan.

Kasus ini menambah deretan sekolah di Jawa Barat yang mengalami gangguan operasional akibat perselisihan lahan. Pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat penyelesaian agar proses pendidikan tidak terus terganggu.