Berapa Besar Penghematan Mobil Listrik BYD Atto 1 Dibanding Honda Brio? Simak Angka Mengejutkan!
Berapa Besar Penghematan Mobil Listrik BYD Atto 1 Dibanding Honda Brio? Simak Angka Mengejutkan!

Berapa Besar Penghematan Mobil Listrik BYD Atto 1 Dibanding Honda Brio? Simak Angka Mengejutkan!

LintasWarganet.com – 08 April 2026 | Pasar mobil Indonesia kini tak lagi hanya didominasi kendaraan berbahan bakar fosil. Kehadiran BYD Atto 1, mobil listrik berharga terjangkau, menantang posisi LCGC seperti Honda Brio Satya dalam hal efisiensi energi. Dengan harga listrik yang relatif stabil, konsumen semakin penasaran: seberapa besar penghematan yang dapat diraih bila beralih dari bensin ke listrik?

Spesifikasi dan Jangkauan

BYD Atto 1 hadir dengan dua varian baterai yang masing‑masing menawarkan jarak tempuh 300 km dan 380 km per pengisian penuh. Motor listrik menghasilkan tenaga sekitar 75 tenaga kuda (TK) dan torsi 135 Nm, cukup untuk kebutuhan harian di perkotaan. Sementara Honda Brio Satya mengandalkan mesin bensin 1.200 cc dengan tenaga 90 TK dan torsi 110 Nm, yang memang dirancang untuk kepraktisan di jalanan kota.

Efisiensi Energi

Pengujian independen menunjukkan Atto 1 dapat menempuh rata‑rata 8,5 km per kilowatt‑hour (kWh). Angka ini dapat berfluktuasi tergantung kondisi lalu lintas, gaya mengemudi, dan beban kendaraan. Di sisi lain, Brio mencatat konsumsi bahan bakar antara 16 km/l hingga 20 km/l, menjadikannya salah satu LCGC paling irit di kelasnya.

Simulasi Penggunaan Harian

Untuk menilai dampak biaya secara nyata, simulasi penggunaan harian Bogor‑Jakarta (sekitar 100‑120 km pulang‑pergi) selama 30 hari dilakukan. Total jarak tempuh bulanan berkisar 3.000‑3.600 km.

Kendaraan Energi yang Diperlukan Tarif Energi Biaya Bulanan
BYD Atto 1 (rumah) 353‑424 kWh Rp 1.444/kWh Rp 509.000‑Rp 612.000
BYD Atto 1 (SPKLU) 353‑424 kWh Rp 2.400‑Rp 2.500/kWh Rp 847.000‑Rp 1.060.000
Honda Brio 150‑225 liter bensin Rp 12.300/liter Rp 1.845.000‑Rp 2.768.000

Hasil simulasi mengungkapkan bahwa meski biaya listrik di stasiun pengisian umum (SPKLU) lebih tinggi, total pengeluaran tetap lebih rendah dibandingkan biaya bensin, dengan selisih mencapai lebih dari Rp 2 juta per bulan.

Kelebihan dan Tantangan Mobil Listrik

  • Biaya Operasional Lebih Rendah: Komponen lebih sedikit, sehingga perawatan rutin jauh lebih simpel.
  • Ruang Lingkup Emisi Nol: Tidak menghasilkan gas buang selama penggunaan.
  • Keterbatasan Jarak Tempuh: Baterai Atto 1 masih menimbulkan kekhawatiran tentang “range anxiety”, terutama untuk perjalanan jauh.
  • Infrastruktur Pengisian: Ketersediaan SPKLU di luar kota masih terbatas, meski jaringan sedang berkembang.

Perbandingan dengan SUV Hybrid

Meski fokus utama artikel ini adalah perbandingan antara Atto 1 dan Brio, data dari segmen SUV hybrid seperti Chery Tiggo 8 CSH memberikan konteks tambahan. Tiggo 8 CSH, dengan teknologi plug‑in hybrid, dapat menurunkan konsumsi bensin hingga 0‑5,2 liter per 1.200 km, sementara konsumsi listrik berkisar 171‑184 kWh. Hal ini menunjukkan bahwa pilihan antara listrik murni, hybrid, atau bensin tradisional kini semakin beragam, menyesuaikan kebutuhan dan kebiasaan konsumen.

Kesimpulannya, BYD Atto 1 menawarkan penghematan biaya operasional yang signifikan dibandingkan Honda Brio, terutama bagi pengguna yang dapat mengisi daya di rumah dengan tarif listrik standar. Meskipun masih ada kekhawatiran tentang jangkauan dan ketersediaan infrastruktur pengisian, tren pengembangan jaringan SPKLU serta penurunan harga baterai diproyeksikan akan memperkuat posisi mobil listrik sebagai alternatif yang layak dan berkelanjutan di pasar Indonesia.