Kadin: Konflik Iran-AS Mengganggu Aktivitas Ekonomi di Timur Tengah
Kadin: Konflik Iran-AS Mengganggu Aktivitas Ekonomi di Timur Tengah

Kadin: Konflik Iran-AS Mengganggu Aktivitas Ekonomi di Timur Tengah

LintasWarganet.com – 04 April 2026 | Ketua Komite Bilateral Saudi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Mohamad Bawazeer, menyampaikan kekhawatirannya terkait dampak perang antara Iran dan Amerika Serikat terhadap perekonomian kawasan Timur Tengah. Menurut Bawazeer, ketegangan militer yang meningkat telah menimbulkan gangguan signifikan pada perdagangan, investasi, serta arus logistik di wilayah tersebut.

Ia menekankan bahwa konflik ini menghambat operasi bisnis lintas negara, terutama dalam sektor energi, transportasi, dan manufaktur. Harga minyak yang fluktuatif akibat ketidakpastian geopolitik turut memperburuk situasi, memaksa perusahaan menyesuaikan strategi harga dan pasokan.

Beberapa poin utama yang disorot antara lain:

  • Gangguan rantai pasokan: Pelabuhan dan jalur transportasi di Laut Arab serta Selat Hormuz mengalami penurunan volume karena ancaman keamanan.
  • Penurunan investasi asing: Investor cenderung menunda atau membatalkan proyek di negara-negara yang terpengaruh oleh konflik, mengingat risiko geopolitik yang tinggi.
  • Fluktuasi harga komoditas: Harga minyak mentah dan gas alam bergejolak, menimbulkan tekanan pada negara produsen dan konsumen di kawasan.
  • Ketidakpastian pasar keuangan: Indeks pasar saham regional menunjukkan penurunan, sementara nilai mata uang lokal melemah.

Bawazeer mengajak para pelaku usaha, pemerintah, dan lembaga keuangan untuk bersama-sama mencari solusi mitigasi, termasuk diversifikasi pasar, peningkatan keamanan logistik, serta dialog diplomatik yang intensif. Ia menegaskan pentingnya stabilitas politik untuk memastikan kelancaran aktivitas ekonomi dan pertumbuhan berkelanjutan di Timur Tengah.

Dalam jangka panjang, Kadin berharap bahwa penyelesaian damai akan memungkinkan pemulihan perdagangan regional dan memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia, Saudi, serta negara-negara Timur Tengah lainnya.