Menteri PU Janjikan Uji Coba Ulang Sistem Tol Tanpa Sentuh MLFF: Harapan Baru untuk Kelancaran Jalan Raya
Menteri PU Janjikan Uji Coba Ulang Sistem Tol Tanpa Sentuh MLFF: Harapan Baru untuk Kelancaran Jalan Raya

Menteri PU Janjikan Uji Coba Ulang Sistem Tol Tanpa Sentuh MLFF: Harapan Baru untuk Kelancaran Jalan Raya

LintasWarganet.com – 03 April 2026 | JAKARTA, 3 April 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi mengumumkan rencana uji coba ulang sistem pembayaran tol nirsentuh Multi‑Lane Free Flow (MLFF) setelah sebelumnya terhenti akibat perbedaan penilaian antara Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan pihak pengembang. Keputusan ini diambil menyusul rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menilai perlunya verifikasi menyeluruh sebelum implementasi skala nasional.

Langkah End‑to‑End yang Diperketat

Uji coba yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat dirancang secara end‑to‑end, mencakup seluruh rangkaian proses mulai dari pengunduhan aplikasi oleh pengguna, aktivasi akun, hingga penerimaan pembayaran oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Kepala BPJT, Wilan Oktavian, menegaskan bahwa fase pra‑uji coba akan diikuti oleh functional test kedua untuk memastikan kesiapan infrastruktur jaringan dan integrasi sistem pembayaran dengan perbankan.

Menurut kontrak, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) bertanggung jawab menyiapkan Terms of Reference (TOR) lengkap, termasuk penentuan ruas tol yang akan dijadikan lokasi percobaan. Sebelumnya, beberapa ruas seperti Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan Bali‑Mandara telah menjadi arena uji coba terbatas, namun hanya mencakup sekitar 64 skenario positif. Kini, skenario tambahan akan meliputi kondisi realistis seperti kendaraan tanpa akun, nomor polisi tidak terdaftar, dan situasi lalu lintas padat.

Perbedaan Pandangan yang Menjadi Pemicu Uji Coba Ulang

Proyek MLFF sempat mengalami stagnasi karena BPJT menyatakan bahwa hasil uji coba sebelumnya belum berhasil, sementara RITS mengklaim sebaliknya. Perselisihan tersebut membuat pemerintah menunda rencana implementasi yang semula dijadwalkan pada awal tahun lalu. Dengan rekomendasi BPKP, KemenPU memutuskan untuk menguji kembali sistem secara menyeluruh, menghindari kesimpulan parsial yang dapat menimbulkan risiko operasional.

Selama proses pengujian, aplikasi CANTAS – platform berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) yang dikembangkan khusus untuk MLFF – akan diuji pada fungsionalitas utama, termasuk deteksi otomatis kendaraan, perhitungan tarif secara real‑time, dan pengiriman data ke server BUJT. Functional test fase pertama telah dilakukan pada awal Maret, berfokus pada demonstrasi fitur positif. Tahap berikutnya akan menambah skenario negatif untuk menguji ketahanan sistem terhadap gangguan.

Manfaat yang Diharapkan

Jika berhasil, sistem MLFF diharapkan dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan antrean di gerbang tol, meningkatkan efisiensi operasional, serta menurunkan emisi kendaraan akibat kemacetan. Selain itu, proses pembayaran yang otomatis dan tanpa kontak dapat meningkatkan kepuasan pengguna dan mempercepat arus kendaraan, sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperlancar mobilitas nasional.

Investasi awal proyek MLFF bersumber dari pemerintah Hungaria sebesar US$300 juta (sekitar Rp4,65 triliun), melalui anak perusahaan Roatex Ltd. Proyek ini telah berada dalam pengembangan sejak 2016, namun implementasinya terhambat oleh perbedaan klaim keberhasilan dan kebutuhan investasi tambahan pada fase transisi. Pemerintah kini menyiapkan dana tambahan untuk mendukung pra‑uji coba dan pengujian lanjutan.

Jadwal dan Prospek Kedepan

Jadwal resmi pelaksanaan uji coba belum diumumkan secara rinci, namun BPJT menyatakan bahwa fase pra‑uji coba akan dimulai dalam minggu-minggu mendatang. Setelah semua skenario diuji dan dinyatakan layak, target penerapan sistem MLFF secara nasional diperkirakan akan terjadi dalam kurun waktu enam bulan ke depan. Wilan Oktavian menekankan prinsip “the sooner the better” sebagai mantra percepatan implementasi.

Secara keseluruhan, upaya uji coba ulang ini menandai langkah penting menuju transformasi digital pada sistem pembayaran tol Indonesia. Keberhasilan uji coba akan menjadi tolok ukur kesiapan teknologi transportasi masa depan, sekaligus memberikan sinyal positif bagi investor dan pelaku industri otomotif yang menantikan ekosistem pembayaran yang lebih modern dan efisien.