Sepulang Dari Jepang dan Korsel, Prabowo Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp 575 Triliun
Sepulang Dari Jepang dan Korsel, Prabowo Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp 575 Triliun

Sepulang Dari Jepang dan Korsel, Prabowo Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp 575 Triliun

LintasWarganet.com – 03 April 2026 | Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, baru saja kembali dari kunjungan resmi ke Jepang dan Korea Selatan. Selama dua hari perjalanan, ia memimpin delegasi tinggi yang terdiri dari pejabat pemerintah, pengusaha, dan perwakilan asosiasi industri.

Di Jepang, Prabowo berpartisipasi dalam Forum Bisnis Indonesia‑Jepang yang mempertemukan pejabat kementerian dengan pelaku industri serta investor Jepang. Forum tersebut menyoroti peluang kolaborasi di bidang teknologi, energi terbarukan, infrastruktur, serta manufaktur berkelanjutan.

Di Korea Selatan, pertemuan serupa difokuskan pada sektor otomotif, semikonduktor, dan digital economy, dengan harapan memperluas jaringan investasi dan transfer teknologi.

  • Energi terbarukan: investasi sekitar Rp 120 triliun untuk proyek pembangkit listrik tenaga surya dan angin.
  • Infrastruktur transportasi: Rp 95 triliun untuk pengembangan jalur kereta cepat dan pelabuhan.
  • Teknologi dan digitalisasi: Rp 80 triliun untuk pengembangan pusat data, AI, dan startup teknologi.
  • Manufaktur berkelanjutan: Rp 70 triliun untuk pabrik ramah lingkungan dan rantai pasok hijau.
  • Industri kesehatan: Rp 55 triliun untuk fasilitas rumah sakit dan produksi farmasi.
  • Pariwisata dan budaya: Rp 45 triliun untuk pengembangan destinasi wisata dan promosi budaya.
  • Lainnya: Rp 80 triliun untuk berbagai proyek mikro‑dan menengah yang belum dirinci.

Komitmen tersebut tidak hanya mencakup investasi langsung, tetapi juga meliputi perjanjian joint‑venture, pembiayaan proyek, serta transfer pengetahuan dan teknologi.

Pejabat pemerintah menilai bahwa hasil kunjungan ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang kompetitif di kawasan Asia‑Pasifik. Selain itu, diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional yang telah ditetapkan pemerintah untuk tahun-tahun mendatang.

Prabowo menegaskan pentingnya sinergi antara sektor publik dan swasta dalam mewujudkan agenda pembangunan berkelanjutan. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan peluang yang terbuka lebar, baik dari Jepang maupun Korea Selatan, demi meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.