Xinjiang Percepat Akses Membaca Digital di Daerah Pedesaan

LintasWarganet.com – 09 Mei 2026 | Di wilayah Otonom Uighur Xinjiang, China, pemerintah setempat meluncurkan program percepatan akses membaca digital bagi penduduk desa. Program ini bertujuan mengurangi kesenjangan literasi digital antara kota dan pedesaan, serta memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat yang jauh dari pusat pendidikan.

Inisiatif tersebut mencakup penyediaan perangkat tablet dan e‑reader yang terisi dengan ribuan buku elektronik berbahasa Mandarin, Uighur, serta bahasa lokal lainnya. Selain itu, jaringan internet desa diperkaya melalui pemasangan hotspot Wi‑Fi berbasis teknologi satelit, sehingga perangkat dapat terhubung secara stabil.

Beberapa langkah utama yang diambil meliputi:

  • Penyediaan paket perangkat keras (tablet, e‑reader) untuk sekolah dasar, perpustakaan desa, dan pusat komunitas.
  • Pengembangan aplikasi perpustakaan digital dengan antarmuka sederhana dan dukungan bahasa lokal.
  • Pelatihan literasi digital bagi guru, petugas perpustakaan, dan relawan desa.
  • Pemantauan penggunaan melalui data statistik bulanan untuk menilai tingkat adopsi.

Salah satu contoh keberhasilan program ini adalah Shemshinur Batur, seorang warga desa yang sejak lama gemar membaca. Dengan bantuan perangkat tablet yang diberikan, ia kini dapat mengakses koleksi buku elektronik yang sebelumnya tidak tersedia di desanya. Shemshinur melaporkan peningkatan kemampuan membaca dan pengetahuan umum, serta mengajak tetangganya untuk memanfaatkan fasilitas yang sama.

Data awal menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan materi digital. Pada kuartal pertama peluncuran, lebih dari 3.500 perangkat telah terdistribusi ke 120 desa, dengan rata‑rata 45 menit waktu membaca per hari per perangkat. Pemerintah daerah menargetkan distribusi total 10.000 perangkat dan akses internet yang mencakup 85% rumah tangga desa dalam dua tahun ke depan.

Program ini juga diharapkan dapat mendukung agenda nasional China dalam memperkuat infrastruktur digital dan meningkatkan tingkat literasi di wilayah-wilayah terpencil. Dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam kebiasaan membaca, Xinjiang berupaya menciptakan generasi yang lebih terinformasi dan siap bersaing di era digital.