Waskita Karya Dorong Percepatan LRT Jakarta 1B dan Hadapi Tantangan Hukum serta Ekonomi Kota
Waskita Karya Dorong Percepatan LRT Jakarta 1B dan Hadapi Tantangan Hukum serta Ekonomi Kota

Waskita Karya Dorong Percepatan LRT Jakarta 1B dan Hadapi Tantangan Hukum serta Ekonomi Kota

LintasWarganet.com – 22 Mei 2026 | Jakarta tengah bersiap menyambut jaringan Light Rail Transit (LRT) baru yang dijadwalkan beroperasi pada Agustus 2026. Proyek perpanjangan rute Velodrome‑Manggarai, yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama Jakarta Propertindo (Jakpro), kini telah mencapai lebih dari 92 persen penyelesaian. Lima stasiun baru yang akan menghubungkan titik strategis di kawasan selatan kota diharapkan meningkatkan integrasi antar‑moda transportasi, termasuk KRL Commuter Line, MRT, dan Transjakarta.

Progres Pembangunan LRT Velodrome‑Manggarai

Menurut Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, progres fisik proyek mencapai 92,76 % pada awal Mei 2026. Tahapan akhir kini berada pada fase uji coba sistem (Testing and Commissioning) yang mencakup jalur, sinyal, kelistrikan, serta integrasi operasional. Iwan Takwin, Direktur Utama Jakpro, menegaskan target resmi Agustus 2026 tetap realistis, mengingat semua komponen utama sudah terpasang.

  • Jalur sepanjang 6,4 km menambah lima stasiun baru: Velodrome, Cipete Raya, Cikini, Menteng, dan Manggarai.
  • Setiap stasiun dirancang sebagai hub intermodal, memungkinkan penumpang beralih ke KRL, MRT, atau bus Transjakarta dengan hanya satu kali tiket.
  • Pengujian sistem dijadwalkan selesai tiga bulan sebelum operasional komersial, termasuk simulasi kepadatan penumpang pada jam sibuk.

Ekstensi LRT hingga Dukuh Atas

Setelah fase 1B selesai, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memperpanjang jaringan LRT hingga kawasan Dukuh Atas, sebuah simpul transportasi utama yang menghubungkan MRT, LRT, dan KRL. Iwan Takwin menilai langkah ini penting untuk menguatkan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang menjadi landasan kebijakan mobilitas masa depan. “Pengembangan LRT bukan sekadar menambah jalur, melainkan membangun ekosistem mobilitas terpadu,” ujarnya pada konferensi pers 21 Mei 2026.

Rencana ekstensi mencakup dua stasiun tambahan di antara Manggarai dan Dukuh Atas, dengan perkiraan investasi mencapai Rp 5 triliun dan masa konstruksi tiga tahun. Fokus utama adalah penyediaan ruang kerja yang minim gangguan lalu lintas, sehingga sebagian besar pekerjaan dilakukan pada malam hari.

Tantangan Konstruksi di Tengah Kemacetan Jakarta

Direktur Operasi II Waskita Karya menyoroti dua tantangan utama: kepadatan lalu lintas dan keterbatasan ruang di wilayah perkotaan. Untuk mengatasi hal ini, tim proyek mengadopsi teknik konstruksi balance cantilever dan memperketat prosedur keamanan, baik bagi pekerja maupun pengguna jalan. Aktivitas konstruksi utama dijadwalkan pada jam 22.00‑05.00 untuk mengurangi dampak pada jam sibuk.

Kasus Korupsi Shelter Tsunami: Dampak pada Waskita

Di luar proyek LRT, PT Waskita Karya terlibat sebagai kontraktor utama dalam pembangunan Shelter Tsunami di Lombok Utara pada tahun 2014. Pada Juni 2026 Mahkamah Agung menolak Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh Aprialely Nirmala, PPK proyek tersebut, serta menegakkan vonis hukuman penjara bagi dua terdakwa, termasuk Agus Herijanto yang menjabat sebagai kepala pelaksana proyek dari Waskita Karya. Hukuman tersebut mencakup 7,5 tahun penjara, denda Rp 400 juta, serta pembayaran ganti rugi sebesar Rp 1,3 miliar.

Keputusan ini menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam pengadaan proyek infrastruktur. Meskipun Waskita Karya tidak secara langsung dinyatakan bersalah, peranannya sebagai pelaksana utama menimbulkan sorotan publik terhadap tata kelola proyek pemerintah. Hal ini mendorong perusahaan untuk meningkatkan transparansi, memperketat kontrol internal, dan memastikan bahwa dana publik dikelola secara tepat.

Inisiatif Pemerintah untuk UMKM di Sekitar Proyek

Seiring dengan percepatan infrastruktur, pemerintah juga meluncurkan platform SAPA UMKM, sebuah sistem terpadu yang mengintegrasikan data usaha mikro, kecil, dan menengah. Platform ini dirancang untuk memudahkan akses pembiayaan, terutama bagi pelaku usaha yang berada di sekitar area konstruksi LRT dan proyek besar lainnya. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menekankan bahwa SAPA UMKM akan mencegah terjerat pinjaman online ilegal dan memberikan kanal pembiayaan yang lebih aman melalui bank serta fintech terdaftar.

Dengan lebih dari 56 juta pelaku UMKM di Indonesia, SAPA UMKM diharapkan menjadi jembatan antara sektor swasta dan publik, memperkuat daya beli masyarakat serta menstimulasi ekonomi lokal di wilayah proyek.

Secara keseluruhan, progres LRT Jakarta 1B menunjukkan keberhasilan teknis yang signifikan, sementara tantangan hukum dan sosial tetap menjadi fokus utama bagi semua pemangku kepentingan. Integrasi transportasi, transparansi proyek, dan dukungan pada UMKM menjadi pilar penting untuk memastikan bahwa infrastruktur baru tidak hanya meningkatkan mobilitas, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang merata bagi warga Jakarta.