Warga Lapor Lewat JAKI Ditindaklanjuti Foto AI, Pemprov Jakarta Akui Keliru
Warga Lapor Lewat JAKI Ditindaklanjuti Foto AI, Pemprov Jakarta Akui Keliru

Warga Lapor Lewat JAKI Ditindaklanjuti Foto AI, Pemprov Jakarta Akui Keliru

LintasWarganet.com – 06 April 2026 | Seorang warga Jakarta mengajukan pengaduan melalui aplikasi JAKI (Jakarta Integrated Complaint) terkait parkir liar di kawasan Kalisari. Laporan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial, khususnya dalam sebuah thread Twitter yang menjadi viral.

Menanggapi laporan, pihak Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta mengirimkan gambar yang diklaim sebagai bukti lokasi pelanggaran. Namun, gambar tersebut ternyata dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Netizen segera mencurigai manipulasi visual tersebut dan menuntut klarifikasi.

Setelah tekanan publik, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi yang mengakui kesalahan penggunaan foto AI. Pemerintah menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang melaporkan, menghapus gambar yang dipublikasikan, serta berjanji akan memperbaiki prosedur verifikasi visual dalam penanganan pengaduan.

Berikut rangkaian tindakan yang dijanjikan oleh Pemprov Jakarta:

  • Peninjauan ulang standar penggunaan gambar dalam komunikasi resmi.
  • Peningkatan pelatihan petugas JAKI mengenai verifikasi data visual.
  • Penerapan mekanisme audit internal untuk menghindari penggunaan konten AI tanpa verifikasi.
  • Peningkatan transparansi proses penanganan pengaduan kepada publik.

Kasus ini menimbulkan perdebatan luas mengenai peran AI dalam administrasi publik dan pentingnya akurasi informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa penggunaan teknologi harus disertai dengan tanggung jawab etis, terutama ketika menyangkut kepentingan publik.

Pengaduan melalui JAKI sendiri tetap menjadi saluran penting bagi warga untuk melaporkan masalah kota, namun insiden ini menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk memperkuat mekanisme verifikasi sebelum menyebarkan materi visual.