LintasWarganet.com – 22 Juni 2026 | Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan rangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat, Papua Selatan pada 21 Juni 2026. Kunjungan tersebut tidak hanya menyoroti upaya pelestarian budaya lokal, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat layanan kesehatan di daerah 3T, memperluas program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta menyampaikan respons tegas terkait penahanan mantan Menpora Roy Suryo dan dokter Tifa.
Museum Kebudayaan Asmat sebagai Wajah Diplomasi Budaya
Dalam agenda pertama, Gibran menelusuri Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat, sebuah institusi yang menyimpan koleksi seni ukir khas Asmat. Direktur museum, John Ohoiwirin, mencatat antusiasme tinggi sang wakil presiden, yang bertanya secara detail tentang filosofi di balik setiap ukiran. Gibran menekankan pentingnya museum sebagai sarana diplomasi budaya, mampu memperkenalkan identitas Papua kepada dunia sekaligus memperkuat kebanggaan masyarakat setempat. Ia memberikan arahan agar museum terus dikembangkan, tidak hanya sebagai tempat penyimpanan artefak, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan promosi internasional.
Penguatan Layanan Kesehatan di Wilayah 3T
Poin krusial berikutnya adalah peninjauan RSUD Perpetua J. Safanpo, yang berada di tengah proses peningkatan status menjadi rumah sakit tipe C. Gibran menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit tipe C di Asmat akan mempercepat akses layanan medis, termasuk penambahan peralatan penting seperti CT‑scan. Direktur RSUD, Yenny Yokung Yong, menyambut baik kunjungan tersebut, menyatakan bahwa percepatan peningkatan kelas rumah sakit dapat mengurangi kebutuhan rujukan ke daerah lain dan menurunkan beban biaya bagi pasien, terutama bagi komunitas orang Asli Papua yang menjadi prioritas khusus pemerintah.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Diperluas ke Asmat
Gibran juga menegaskan komitmen untuk memperluas pelaksanaan program MBG di wilayah 3T. Ia mengungkapkan potensi kerja sama dengan gereja‑gereja lokal serta kantin sekolah untuk mendistribusikan makanan bergizi kepada anak‑anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui. Bupati Asmat, Thomas E. Safanpo, menyampaikan bahwa sejak penerapan MBG, tingkat kehadiran siswa di sekolah meningkat signifikan, sekaligus membantu menurunkan angka stunting. Gibran menambahkan bahwa program ini akan dipantau secara berkelanjutan, dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas untuk menilai dampak di tingkat akar rumput.
Respons Gibran terhadap Penahanan Roy Suryo dan Dr Tifa
Di tengah agenda lapangan, Gibran memberikan pernyataan terkait penahanan mantan Menpora Roy Suryo dan dokter Tifauzia Tyassuma (Dr Tifa). Ia meminta seluruh masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menekankan pentingnya mengikuti mekanisme yang ada. Selain itu, Gibran menyampaikan doa bagi kedua tersangka yang dirawat di RS Polri Kramat Jati karena kondisi kesehatan yang menurun. “Kita ikuti proses hukum, dan yang paling penting, doakan agar mereka segera pulih,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers singkat.
Secara keseluruhan, kunjungan Gibran ke Asmat mencerminkan agenda pemerintahan yang terintegrasi: pelestarian budaya sebagai diplomasi, peningkatan layanan kesehatan di daerah terluar, perluasan program gizi untuk mengatasi kemiskinan kronis, serta penegakan hukum yang konsisten. Langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Papua sebagai pusat kebudayaan sekaligus mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet