Wamenkeu Juda Agung Bantah Indonesia Menuju Krisis 1998, Sebut Neraca Pembayaran hingga Fiskal RI Masih Sehat
Wamenkeu Juda Agung Bantah Indonesia Menuju Krisis 1998, Sebut Neraca Pembayaran hingga Fiskal RI Masih Sehat

Wamenkeu Juda Agung Bantah Indonesia Menuju Krisis 1998, Sebut Neraca Pembayaran hingga Fiskal RI Masih Sehat

LintasWarganet.com – 25 Mei 2026 | Jakarta, 25 Mei 2026 – Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan bahwa situasi ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang stabil dan tidak menunjukkan tanda‑tanda menuju krisis seperti yang terjadi pada tahun 1998. Dalam konferensi pers yang diadakan di Kementerian Keuangan, Juda menyampaikan beberapa indikator kunci yang mendukung penilaiannya.

  • Defisit fiskal Q1–2026: 2,8 %​PDB
  • Defisit fiskal Q2–2026: 2,7 %​PDB
  • Defisit fiskal Q3–2026: 2,9 %​PDB

Selain itu, neraca pembayaran menunjukkan surplus yang konsisten, menandakan aliran masuk devisa tetap kuat. Cadangan devisa akhir Mei 2026 tercatat sebesar US$165 miliar, meningkat 5,4 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Indikator Nilai Keterangan
Cadangan Devisa US$165 miliar Naik 5,4 % YoY
Surplus Neraca Pembayaran US$12,3 miliar Q2–2026
Defisit Fiskal 2,8 %​PDB Q1–2026

Pasar keuangan domestik juga menunjukkan kepercayaan yang tinggi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mencatat rekor tertinggi bulanan, dan spread obligasi pemerintah tetap berada di level terendah dalam lima tahun terakhir. Hal ini, kata Juda, mencerminkan keyakinan investor terhadap kebijakan fiskal dan moneter yang konsisten.

Juda menambahkan bahwa pemerintah secara proaktif memonitor risiko eksternal, termasuk gejolak nilai tukar dan tekanan inflasi. Kebijakan fiskal yang disiplin serta upaya diversifikasi ekonomi dipandang sebagai penyangga utama untuk mencegah terulangnya krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada akhir dekade 1990–an.

Dengan kombinasi kebijakan yang ketat, cadangan devisa yang memadai, serta neraca pembayaran yang positif, Juda menutup bahwa “Indonesia berada dalam posisi yang sehat dan siap menghadapi tantangan global ke depan.”