Wamenaker: Pemerintah cegah PHK di tengah geopolitik global
Wamenaker: Pemerintah cegah PHK di tengah geopolitik global

Wamenaker: Pemerintah cegah PHK di tengah geopolitik global

LintasWarganet.com – 17 Mei 2026 | Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa pemerintah terus memantau dan mengambil langkah proaktif untuk mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah ketegangan geopolitik yang memengaruhi ekonomi global. Menurutnya, dinamika politik internasional—seperti konflik perdagangan, sanksi ekonomi, dan ketidakpastian pasar energi—dapat menurunkan produksi dan mengancam stabilitas lapangan kerja di Indonesia.

Afriansyah menjelaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Perindustrian, Keuangan, dan Investasi, untuk mengidentifikasi sektor‑sektor yang rentan. Pemerintah juga memperkuat program bantuan bagi perusahaan yang menghadapi tekanan ekonomi, seperti insentif pajak, subsidi upah, serta fasilitas pembiayaan lunak.

Berikut ini beberapa kebijakan utama yang sedang diterapkan:

  • Insentif pajak dan pembebasan bea masuk bagi perusahaan yang mempertahankan tenaga kerja selama minimal 12 bulan.
  • Subsidi upah sebesar 30 % untuk pekerja dengan upah di bawah Rp 4,5 juta, berlaku selama enam bulan pertama.
  • Program pelatihan ulang (re‑skill) dan peningkatan kompetensi melalui Badan Nasional Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja (BNP2TK) dengan target 500 ribu pekerja per tahun.
  • Fasilitas kredit lunak bagi UKM yang berkomitmen tidak melakukan PHK, dengan bunga subsidi 3 % per tahun.

Data terbaru Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat pengangguran terbuka pada kuartal pertama 2024 berada di kisaran 6,5 %, sedikit naik dibandingkan kuartal sebelumnya. Pemerintah menilai bahwa tanpa intervensi, angka ini dapat melambung lebih tinggi bila terjadi guncangan eksternal.

Afriansyah juga menyoroti pentingnya digitalisasi dan transformasi industri sebagai upaya jangka panjang untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia. Dengan memperkuat ekosistem startup, industri manufaktur berteknologi tinggi, dan sektor energi terbarukan, diharapkan tercipta lapangan kerja baru yang lebih tahan terhadap gejolak geopolitik.

Secara keseluruhan, strategi pemerintah berfokus pada tiga pilar utama: pencegahan PHK melalui dukungan fiskal, peningkatan kualitas tenaga kerja lewat pelatihan, serta percepatan transformasi ekonomi digital. Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus memantau situasi dan menyesuaikan kebijakan sesuai perkembangan internasional.