Viktor Axelsen Soroti Aturan Skor Baru saat Indonesia Gempar di Singapore Open 2026
Viktor Axelsen Soroti Aturan Skor Baru saat Indonesia Gempar di Singapore Open 2026

Viktor Axelsen Soroti Aturan Skor Baru saat Indonesia Gempar di Singapore Open 2026

LintasWarganet.com – 28 Mei 2026 | Denmark menorehkan jejak penting di dunia bulu tangkis lewat juara dunia Viktor Axelsen, namun sorotannya kini beralih ke perubahan aturan skor yang menimbulkan perdebatan. Sementara itu, turnamen Singapore Open 2026 menjadi panggung dramatis bagi para pemain Indonesia, dengan penampilan menonjol Alwi Farhan dan pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, serta kegagalan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.

Kejutan di Babak 16 Besar Singapore Open 2026

Pada Kamis, 28 Mei 2026, Singapore Indoor Stadium menyaksikan tiga wakil Indonesia beraksi di babak 16 besar. Dua di antaranya berhasil melaju ke perempat final, menandakan kualitas kompetitif yang masih tinggi meski persaingan global semakin ketat.

Dominasi Alwi Farhan dan Fajar/Fikri

Alwi Farhan menaklukkan unggulan teratas turnamen, Shi Yu Qi, dengan skor 21-16, 19-21, 21-14. Kemenangan ini menonjolkan ketenangan mental Alwi dalam mengendalikan ritme permainan dan mengeksekusi smes pada momen krusial. Sementara itu, pasangan ganda putra Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri memperlihatkan performa superior melawan duo Denmark, Daniel Lundgaard dan Mads Vestergaard, dengan hasil 21-13, 21-12. Kedua kemenangan itu menegaskan posisi Indonesia masih kuat di arena internasional.

Kegagalan Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani

Pasangan muda Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tidak mampu melewati babak 16 besar setelah tersingkir dari Kang Khai Xing dan Aaron Tai, wakil Malaysia, dengan skor 19-21, 17-21. Menurut keterangan tertulis PBSI, Sabar mengakui bahwa lawan menampilkan permainan lebih matang dan agresif, membuat mereka terpaksa melakukan banyak kesalahan di poin-poin penting.

Viktor Axelsen dan Aturan Skor 3×15: Dampak pada Keseruan Laga

Di tengah sorotan prestasi pemain Indonesia, Viktor Axelsen mengungkapkan pandangannya mengenai aturan skor baru BWF yang mengubah format menjadi tiga set masing‑masing 15 poin. Menurut Axelsen, perubahan ini berpotensi mengurangi ketegangan dan drama yang biasanya muncul di set ke‑tiga, sehingga menurunkan daya tarik penonton. Ia menambahkan bahwa meski format lebih singkat, pemain harus menyesuaikan strategi dengan lebih cepat, meningkatkan tekanan pada setiap rally.

Masa Depan Bulu Tangkis: Adaptasi dan Harapan

Dengan skor 3×15 yang kini diuji coba, para pemain dunia, termasuk Viktor Axelsen dan atlet Indonesia, harus beradaptasi pada dinamika baru. Perubahan ini menuntut peningkatan kecepatan mental dan fisik, serta kemampuan menyesuaikan taktik dalam waktu singkat. Bagi Indonesia, kemenangan Alwi Farhan dan Fajar/Fikri di Singapore Open memberi sinyal bahwa generasi muda siap menantang dominasi negara‑negara kuat, meskipun ada tantangan adaptasi aturan baru.

Kesimpulannya, turnamen Singapore Open 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan atlet Indonesia, tetapi juga menyoroti perdebatan global tentang format skor yang dipelopori oleh Viktor Axelsen. Adaptasi yang berhasil akan menentukan siapa yang mampu mempertahankan atau merebut posisi teratas di panggung bulu tangkis internasional.