Vicky Shu Sindir Calo Konser BTS, Harga Tiket Meroket dan Oknum Menimbun Tiket
Vicky Shu Sindir Calo Konser BTS, Harga Tiket Meroket dan Oknum Menimbun Tiket

Vicky Shu Sindir Calo Konser BTS, Harga Tiket Meroket dan Oknum Menimbun Tiket

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Vicky Shu menyuarakan kemarahannya di media sosial terkait praktik penjualan tiket konser BTS yang dijual dengan harga melangit oleh para calo. Penyanyi tersebut menyoroti bagaimana sejumlah oknum menimbun tiket resmi, lalu menjualnya kembali dengan markup yang jauh di atas harga resmi, sehingga menghambat akses penggemar yang ingin menonton secara adil.

Dalam unggahannya, Vicky menuliskan bahwa fenomena scalping ini bukan hanya merugikan para fan BTS, tetapi juga mencederai industri hiburan yang seharusnya memberi kesempatan yang setara bagi semua penonton. Ia menambahkan bahwa harga tiket yang dijual secara tidak resmi telah melampaui batas wajar, bahkan ada yang mengutip angka puluhan juta rupiah per tiket.

Reaksi netizen pun beragam. Sebagian mendukung suara Vicky dengan menegaskan perlunya regulasi yang lebih ketat terhadap penjualan tiket sekunder, sementara yang lain menyayangkan tindakan oknum yang mengorbankan pengalaman menonton para fans. Banyak yang mengusulkan solusi seperti penggunaan sistem verifikasi identitas pada pembelian tiket atau penerapan batas maksimal pembelian per akun.

Berikut beberapa poin utama yang disorot oleh Vicky Shu dan para netizen:

  • Harga tiket sekunder jauh lebih tinggi daripada harga resmi.
  • Oknum menimbun tiket dalam jumlah besar untuk dijual kembali.
  • Penggemar BTS kesulitan mendapatkan tiket secara adil.
  • Permintaan regulasi lebih kuat terhadap praktik scalping.

Kasus ini menambah daftar panjang keluhan publik terhadap penjualan tiket konser internasional di Indonesia, khususnya pada acara musik pop yang memiliki basis penggemar besar. Pemerintah dan penyelenggara acara diharapkan dapat meninjau kembali kebijakan penjualan tiket agar tidak lagi menjadi ladang keuntungan bagi pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab.