LintasWarganet.com – 17 April 2026 | Perwakilan tetap Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Fu Cong, menyatakan bahwa negara tersebut menggunakan hak veto terhadap draf resolusi Dewan Keamanan PBB yang menargetkan wilayah Selat Hormuz. Keputusan ini diambil setelah Amerika Serikat dan sekutunya mengusulkan resolusi yang menuduh Iran melakukan tindakan agresif di selat strategis tersebut.
Veto Tiongkok dianggap sebagai langkah diplomatik yang dapat menurunkan ketegangan yang selama ini memanas antara Tehran dan Washington. Dengan menolak resolusi yang dianggap bias, Beijing berupaya menjaga stabilitas jalur perdagangan minyak sekaligus menghindari eskalasi militer.
- Motif utama veto: menegaskan prinsip non-intervensi dan menolak sanksi unilateral.
- Dampak langsung: menunda pembahasan resolusi di PBB, memberi ruang bagi dialog bilateral antara Iran dan negara-negara Barat.
- Reaksi Iran: menyambut positif keputusan Tiongkok, menyatakan bahwa Iran tetap terbuka untuk penyelesaian damai.
- Reaksi Amerika Serikat: menilai veto sebagai hambatan, namun mengakui pentingnya menurunkan risiko konflik di Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur penghubung utama bagi lebih dari satu setengah miliar barel minyak dunia setiap harinya. Ketegangan di wilayah tersebut dapat mengganggu pasar energi global dan menimbulkan fluktuasi harga yang signifikan.
Para pengamat menilai bahwa peran Tiongkok sebagai penyeimbang dalam geopolitik Timur Tengah semakin menonjol. Keputusan veto ini tidak hanya mencerminkan kepentingan ekonomi Beijing, melainkan juga upaya negara tersebut untuk memperkuat posisinya sebagai mediator dalam konflik internasional.
Ke depan, kemungkinan akan muncul inisiatif diplomatik baru yang melibatkan negara-negara besar untuk mengurangi risiko militer di Hormuz, dengan harapan jalur perdagangan tetap aman dan stabil.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet