Valbury Pangkas Spread Trading di Seluruh Instrumen Utama
Valbury Pangkas Spread Trading di Seluruh Instrumen Utama

Valbury Pangkas Spread Trading di Seluruh Instrumen Utama

LintasWarganet.com – 18 Juni 2026 | Valbury Securities, salah satu broker berlisensi terbesar di Indonesia, baru‑baru ini mengumumkan pemotongan spread trading pada semua instrumen utama yang diperdagangkan di platformnya. Langkah ini dianggap sebagai penyesuaian biaya trading paling agresif yang pernah dilakukan oleh broker lokal, menurut para analis pasar.

Spread, selisih antara harga beli (bid) dan harga jual (ask), merupakan sumber pendapatan utama broker. Dengan menurunkan spread, Valbury berupaya meningkatkan daya saingnya, menarik lebih banyak trader, dan mendorong volume transaksi. Penurunan tersebut mencakup saham, obligasi, reksa dana, futures, dan forex, serta produk derivatif lainnya.

  • Saham: spread mulai dari 0,05% menjadi 0,03%.
  • Obligasi: spread turun 20% dibandingkan tarif sebelumnya.
  • Reksa Dana: biaya transaksi dipangkas 15%.
  • Futures dan Options: spread dikurangi rata‑rata 10 basis poin.
  • Forex: spread standar menjadi 0,1 pip pada pasangan utama.

Para analis menilai keputusan ini dapat memicu perlombaan harga di antara broker lain, sehingga menurunkan biaya keseluruhan bagi investor ritel. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa penurunan spread harus diimbangi dengan kualitas layanan, kecepatan eksekusi, dan keamanan dana nasabah.

Regulator pasar modal Indonesia, OJK, telah menyetujui perubahan tarif tersebut, memastikan bahwa penyesuaian tidak melanggar ketentuan perlindungan konsumen. Valbury menyatakan bahwa strategi ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan likuiditas pasar dan memperluas basis klien, khususnya generasi milenial yang sensitif terhadap biaya transaksi.

Dengan langkah ini, Valbury berharap dapat meningkatkan volume perdagangan harian, memperkuat posisi di pasar domestik, dan menyiapkan fondasi bagi ekspansi layanan digital di masa depan.