LintasWarganet.com – 15 Mei 2026 | Pertemuan bilateral terbaru antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing diwarnai dengan saling pujian atas pencapaian masing‑masing. Xi menyoroti upaya Beijing dalam memperkuat ekonomi dan stabilitas regional, sementara Trump memuji kebijakan perdagangan China yang menurunkan tarif bagi perusahaan Amerika.
Namun di balik suasana hangat tersebut, Xi menyampaikan peringatan tegas mengenai potensi bentrokan bahkan konflik militer di sekitar Pulau Taiwan. Ia menegaskan bahwa Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari kedaulatan China dan menolak segala bentuk intervensi atau dukungan militer dari pihak luar.
- Jangan menganggap Taiwan sebagai isu yang dapat dinegosiasikan; Beijing menolak semua skenario kemerdekaan.
- Peringatan akan konsekuensi ekonomi jika AS melanjutkan penjualan senjata ke Taiwan.
- Seruan untuk menjaga stabilitas Selat Taiwan demi keamanan regional dan global.
Xi juga mengingatkan Trump bahwa hubungan China‑AS berada pada titik kritis, dan bahwa tindakan yang memperburuk ketegangan di Taiwan dapat berujung pada sanksi ekonomi, pembatasan teknologi, serta penurunan kerjasama multilateral.
Para pengamat menilai peringatan ini sebagai sinyal kuat Beijing bahwa Washington harus menahan langkah‑langkah provokatif di wilayah tersebut. Jika tekanan terus berlanjut, risiko eskalasi militer dapat memicu dampak luas, termasuk gangguan rantai pasokan global dan ketidakpastian pasar keuangan.
Situasi ini menambah daftar isu sensitif dalam hubungan China‑AS, yang meliputi perdagangan, hak asasi, dan persaingan teknologi. Kedua negara diperkirakan akan terus berupaya mengelola ketegangan melalui dialog diplomatik, meski peringatan Xi menunjukkan batas toleransi Beijing yang semakin tegas.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet