USA vs Belgia: Pochettino Gali Eksperimen, Belgia Tunjukkan Dominasi Menjelang Piala Dunia 2026
USA vs Belgia: Pochettino Gali Eksperimen, Belgia Tunjukkan Dominasi Menjelang Piala Dunia 2026

USA vs Belgia: Pochettino Gali Eksperimen, Belgia Tunjukkan Dominasi Menjelang Piala Dunia 2026

LintasWarganet.com – 02 April 2026 | Dalam laga persahabatan yang menjadi sorotan menjelang Piala Dunia 2026, Tim Nasional Amerika Serikat (USMNT) menerima tekanan berat dari tim Belgia yang tampil impresif dengan kemenangan 5-2. Pertandingan yang digelar di Amerika Serikat tidak hanya menjadi ajang pengujian taktik, tetapi juga memperlihatkan dinamika kepelatihan Mauricio Pochettino yang menantang pemainnya untuk lebih berani.

Latihan Dua Pertandingan di Amerika

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, baru-baru ini menyoroti pentingnya dua pertandingan persahabatan yang dijadwalkan di wilayah Amerika sebagai bagian dari persiapan tim jelang turnamen besar. Menurutnya, kedua laga tersebut memberikan kesempatan bagi skuad Belgia untuk menyesuaikan diri dengan iklim kompetisi internasional dan mengasah kekompakan di antara para pemain yang kebanyakan berkompetisi di liga Eropa.

Pochettino Menantang USMNT

Di sisi lain, Mauricio Pochettino, mantan pelatih klub top Eropa, secara terbuka mengajukan pertanyaan kepada para pemain USMNT: “Why not us?” Pochettino menekankan pentingnya keberanian dalam mengambil risiko, terutama pada laga penutup sebelum penetapan skuad final Piala Dunia. Ia mengusulkan beberapa perubahan posisi dan mencoba pemain-pemain muda yang belum banyak mendapat kesempatan di pertandingan resmi.

Rincian Pertandingan: Amerika vs Belgia

Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari Amerika. Pada menit ke-9, Antonee Robinson menembakkan tembakan keras dari luar kotak penalti yang memaksa kiper Belgia, Senne Lammens, melakukan penyelamatan penting. Tak lama kemudian, pada menit ke-17, Weston McKennie menambah tekanan dengan tembakan ke dalam kotak enam yard, walau belum menghasilkan gol.

Puncak aksi pertama terjadi pada menit ke-39, ketika Robinson dan McKennie berkolaborasi, menghasilkan gol pembuka bagi Amerika. Namun, Belgia segera menyamakan kedudukan melalui Zeno Debast yang melesatkan tembakan jarak jauh, mengatur skor menjadi 1-1 menjelang jeda babak pertama.

Memasuki babak kedua, Belgia mengendalikan permainan dengan serangan cepat. Pada menit ke-53, Jérémy Doku menyerang dari sisi kiri, mengoper bola kepada Alexis Saelemaekers yang memberikan umpan terukur kepada Amadou Onana. Gol ketiga Belgia menambah tekanan pada Amerika.

Insiden penting terjadi ketika Tim Amerika menerima penalti setelah Tim Ream melakukan handball di dalam kotak penalti. Charles De Ketelaere mengeksekusi penalti dengan tenang pada menit ke-59, memperbesar keunggulan Belgia menjadi 3-1.

Walaupun Patrick Agyemang berhasil mengurangi selisih menjadi 3-2, Dodi Lukébakio mencetak dua gol tambahan untuk Belgia, menutup skor akhir 5-2. Pertandingan tersebut menegaskan keunggulan serangan Belgia sekaligus mengungkap kerentanan lini pertahanan Amerika, terutama dalam mengatasi serangan sayap cepat dan eksekusi tendangan jarak jauh.

Dampak pada Persiapan Piala Dunia 2026

Kekalahan ini menambah catatan enam pertandingan beruntun tanpa kemenangan bagi USMNT sejak mengalahkan Belgia pada Piala Dunia pertama pada 1930. Cedera pada Chris Richards dan Miles Robinson semakin memperumit pilihan skuad Pochettino. Pelatih pun harus menyesuaikan taktiknya menjelang pertandingan penutup melawan Portugal yang dijadwalkan pada 31 Maret di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta.

Portugal, yang juga mencatat hasil imbang melawan Meksiko, menjadi ujian berikutnya bagi Amerika. Tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo, Portugal diharapkan memberikan tantangan yang berbeda, menuntut USMNT menampilkan kreativitas dan disiplin defensif yang lebih baik.

Sementara itu, hak siar pertandingan ini disebarkan melalui berbagai platform streaming legal di Amerika, termasuk Fubo, DirecTV Stream, Univision, TUDN, FOX Deportes, dan ViX. Penonton dapat menonton melalui perangkat seluler, televisi pintar, atau dengan bantuan VPN bila berada di luar negeri.

Secara keseluruhan, laga persahabatan ini memberikan pelajaran penting bagi USMNT: perlunya penyesuaian taktik, pengelolaan cedera, serta keberanian untuk mengeksplorasi pemain muda. Jika Pochettino berhasil mengintegrasikan eksperimen tersebut, Amerika memiliki peluang lebih baik untuk menampilkan performa kompetitif pada fase grup Piala Dunia 2026.

Dengan menatap pertandingan melawan Portugal, harapan besar menanti para pendukung. Keberhasilan atau kegagalan dalam mengatasi kelemahan yang terungkap melawan Belgia akan menjadi indikator utama kesiapan tim menjelang turnamen dunia terbesar dalam sepak bola.