Universitas Airlangga Guncang Era Digital, Kesehatan, dan Inovasi Mahasiswa: Dari Media Bisnis Hingga Kosmetik Berbahan Jengkol
Universitas Airlangga Guncang Era Digital, Kesehatan, dan Inovasi Mahasiswa: Dari Media Bisnis Hingga Kosmetik Berbahan Jengkol

Universitas Airlangga Guncang Era Digital, Kesehatan, dan Inovasi Mahasiswa: Dari Media Bisnis Hingga Kosmetik Berbahan Jengkol

LintasWarganet.com – 09 April 2026 | Universitas Airlangga (Unair) kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan terdepan dengan serangkaian kegiatan yang meliputi adaptasi media digital, riset kesehatan lingkungan, peningkatan kapasitas tenaga kependidikan, serta inovasi produk kosmetik berbasis bahan alami. Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan sinergi antara akademisi, industri, dan mahasiswa dalam menjawab tantangan zaman.

Media Adaptasi Digital di Bisnis Indonesia

Pada Rabu, 8 April 2026, sebanyak 29 mahasiswa program studi Administrasi Publik Unair melakukan kunjungan media (media visit) ke kantor Bisnis Indonesia di Jakarta. Kunjungan dipandu oleh Jusuf Irianto, dosen mata kuliah Manajemen Pengetahuan dan Inovasi, yang menekankan pentingnya memahami tantangan media di era digital. Kepala Divisi Pemberitaan Bisnis Indonesia, Setyardi Widodo, menjelaskan bahwa perusahaan terus bertransformasi melalui pengembangan platform digital, baik website maupun media sosial, sekaligus mempertahankan produksi cetak untuk menjangkau segmen pembaca tradisional. Diskusi interaktif antara mahasiswa dan tim Bisnis Indonesia memberikan wawasan praktis tentang proses produksi, validasi data, dan strategi publikasi multikanal.

Penelitian Mikroplastik Mengguncang Kesehatan Ibu dan Janin

Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Unair, dipimpin oleh Dr. Lestari Sudaryanti, mengungkap temuan mengejutkan bahwa mikroplastik terdeteksi dalam 100% sampel air ketuban, serta dalam urine dan darah para pekerja TPA di Gresik. Partikel mikroplastik yang dominan berasal dari kelompok phthalates, bersama logam berat seperti kadmium, timbal, krom, dan nikel. Penelitian mengidentifikasi tiga jalur masuk mikroplastik ke tubuh: inhalasi, konsumsi oral, dan kontak kulit. Dampaknya meliputi stres oksidatif, inflamasi, gangguan hormon, serta potensi gangguan pernapasan dan neurotoksisitas. Meskipun hasil belum dapat digeneralisasi untuk seluruh populasi, temuan ini menimbulkan keprihatinan khusus bagi ibu hamil dan menekankan perlunya upaya mitigasi serta penelitian lanjutan.

Workshop Arsiparis: Meningkatkan Kapasitas Tenaga Kependidikan

Dalam rangka menjawab kebutuhan era digital, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Unair menyelenggarakan workshop benchmarking bidang arsiparis di Surabaya, 6‑10 April 2026. Acara hybrid tersebut dihadiri oleh 384 tenaga kependidikan (tendik) dari berbagai perguruan tinggi. Menteri Prof. Brian Yuliarto menekankan peran tendik sebagai “lokomotif perbaikan sistem” yang harus menguasai teknologi terkini, termasuk kecerdasan buatan. Wakil Rektor Unair, Prof. Ardianto, menegaskan pentingnya pengelolaan arsip digital yang akurat untuk mendukung keputusan institusional. Selama lima hari, peserta diberikan pelatihan tentang manajemen data, keamanan informasi, dan best practice arsip digital, yang diharapkan dapat diimplementasikan di masing‑masing kampus.

Inovasi Kosmetik Djengkolic: Dari Kulit Jengkol ke Produk Skincare

Kelompok mahasiswa Unair yang berpartisipasi dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM‑K) berhasil mengembangkan produk kosmetik bernama Djengkolic, berbahan dasar kulit jengkol. Tim yang terdiri dari lima mahasiswi—Rizki Amalia, Kholidatul Fauziyah, Mazhar Ardhina, Diah Ayu, dan Nursanti—menggunakan teknik ekstraksi farmasi untuk menghasilkan facial wash sekaligus scrub 2‑in‑1. Produk ini mengandung vitamin C dan metil galat yang tinggi, memberikan efek anti‑oksidan, anti‑penuaan, serta mencerahkan kulit tanpa iritasi. Setelah uji laboratorium di Unit Layanan Pengujian Farmasi Unair, Djengkolic dipasarkan secara daring dan melalui jaringan pertemanan, mencakup pasar di Jawa Timur, Jawa Barat, serta wilayah Papua. Tim berencana mendaftarkan produk ke BPOM untuk standar keamanan lebih lanjut dan mengembangkan varian bahan alami lain di masa depan.

Berbagai kegiatan di atas mencerminkan komitmen Unair untuk tidak hanya berperan dalam pendidikan formal, namun juga menjadi pionir dalam penelitian terapan, kolaborasi industri, dan pemberdayaan inovasi mahasiswa. Dengan mengintegrasikan pengetahuan akademik ke dalam praktik nyata, Unair memperkuat kontribusinya terhadap perkembangan sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat Indonesia.