LintasWarganet.com – 12 Mei 2026 | Menakar pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam meningkatkan produktivitas, Kementerian Tenaga Kerja melalui Menteri Yassierli menegaskan bahwa budaya K3 harus menjadi bagian integral dari setiap lingkungan kerja modern. Upaya ini diwujudkan lewat program uji kompetensi yang menargetkan ribuan calon ahli K3 di seluruh Indonesia.
Program pelatihan tersebut mencakup tiga fase utama: seleksi administratif, pelatihan teknis, dan ujian sertifikasi. Pada fase pertama, calon peserta harus memenuhi persyaratan minimal pendidikan dan pengalaman kerja di bidang K3. Selanjutnya, mereka mengikuti modul pelatihan yang meliputi prinsip-prinsip dasar keselamatan, identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta penerapan prosedur mitigasi di tempat kerja.
- Seleksi administratif: Verifikasi dokumen pendidikan dan riwayat kerja.
- Pelatihan teknis: 120 jam materi teori dan praktik.
- Ujian sertifikasi: Tes tertulis dan simulasi lapangan.
Menaker Yassierli menekankan bahwa budaya K3 tidak hanya menjadi tanggung jawab manajemen, melainkan harus meresap ke seluruh tingkatan pekerja. “K3 bukan sekadar regulasi, melainkan nilai yang harus dijadikan kebiasaan dalam setiap aktivitas operasional,” ujarnya dalam sambutan resmi.
Selain pelatihan, pemerintah juga menggencarkan kampanye penyuluhan melalui media sosial, seminar industri, dan kerja sama dengan lembaga pelatihan swasta. Tujuannya agar kesadaran akan pentingnya K3 tersebar luas, mulai dari sektor manufaktur, konstruksi, hingga layanan publik.
Dengan mengintegrasikan budaya K3 ke dalam proses kerja sehari-hari, diharapkan Indonesia dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet