TSMC Tegaskan Dominasi di Era Chip AI, Sementara Samsung Masih Mengejar Jarak 10 Tahun
TSMC Tegaskan Dominasi di Era Chip AI, Sementara Samsung Masih Mengejar Jarak 10 Tahun

TSMC Tegaskan Dominasi di Era Chip AI, Sementara Samsung Masih Mengejar Jarak 10 Tahun

LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | Permintaan chip yang dipicu oleh kecerdasan buatan (AI) terus memicu kekurangan pasokan global, dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) berada di pusat gempuran tersebut. CEO TSMC, Che‑Chia Wei, menegaskan bahwa perusahaan tidak akan membiarkan lonjakan harga mengganggu stabilitas bisnis, sambil meluncurkan serangkaian investasi besar untuk mengimbangi permintaan yang melambung.

Permintaan Chip AI Memicu Kekurangan Global

Semakin banyak perusahaan teknologi mengandalkan akselerator AI untuk mempercepat beban kerja seperti pembelajaran mendalam, pengenalan gambar, dan pemrosesan bahasa alami. Hal ini menambah tekanan pada rantai pasokan semikonduktor, yang sudah tertekan sejak pandemi COVID‑19. Menurut pernyataan Wei pada pertemuan pemegang saham di Hsinchu, “akan memakan waktu lama hingga kami dapat memenuhi permintaan pelanggan.”

Strategi Ekspansi TSMC

Untuk mengatasi tekanan tersebut, TSMC menumpuk upaya ekspansi baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dua inisiatif utama meliputi:

  • Peningkatan kapasitas pabrik di Arizona, Amerika Serikat, yang menargetkan produksi chip 2 nm dan 3 nm.
  • Pemanfaatan maksimal semua fasilitas yang ada di Taiwan, termasuk konversi produksi wafer 200 mm ke wafer 300 mm yang lebih efisien.

Data internal menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan: pada kuartal pertama 2025, TSMC memproduksi sekitar 3,3 juta wafer, naik menjadi hampir 4 juta wafer pada kuartal keempat tahun yang sama, dan diproyeksikan mencapai 4,3 juta wafer pada kuartal pertama 2026.

Persaingan dengan Samsung: Janji yang Tak Pernah Tercapai

Dalam sesi tanya‑jawab dengan pemegang saham, Wei menyindir pesaing utama, Samsung, yang selama dua dekade terakhir berulang‑ulang menjanjikan akan menyusul TSMC dalam sepuluh tahun. “Dua puluh tahun lalu, mereka mengatakan akan mengejar dalam 10 tahun. Sepuluh tahun lalu, mereka mengulang janji itu, dan kini mereka mengulangi lagi,” ujar Wei tanpa menyebut nama Samsung secara eksplisit.

Statistik pasar menunjukkan TSMC menguasai sekitar 70 % pangsa pasar foundry murni global, sedangkan Samsung hanya mengendalikan sekitar 7 %. Keunggulan TSMC terletak pada kemampuan produksi teknologi proses terdepan serta solusi pengemasan maju seperti CoWoS (Chip‑on‑Wafer‑on‑Substrate), yang sangat penting bagi pelanggan AI seperti NVIDIA.

Samsung memang memiliki keunggulan di segmen memori, khususnya High Bandwidth Memory (HBM), namun dalam hal layanan foundry, konsistensi yield, ekosistem manufaktur, dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan tetap menjadi keunggulan kompetitif TSMC.

Proyeksi Keuangan dan Kebijakan Harga

Manajemen TSMC memperkirakan pendapatan tahun ini akan melampaui target sebelumnya sebesar lebih dari 30 % dibandingkan dengan 2025. Meskipun margin kuartalan menunjukkan peningkatan, perusahaan menolak praktik kenaikan harga yang berlebihan, berupaya menjaga kestabilan harga bagi pelanggan. Wei menegaskan bahwa stabilitas bisnis lebih penting daripada keuntungan jangka pendek yang dipicu oleh lonjakan harga, seperti yang terjadi pada pasar RAM.

Saham TSMC mencatat kenaikan sekitar 38 % sejak awal tahun dan hampir dua kali lipat dalam setahun terakhir, mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Pandangan Kedepan

Dengan investasi berkelanjutan di fasilitas baru dan optimalisasi pabrik yang ada, TSMC berusaha menutup kesenjangan antara permintaan yang terus meningkat dan kemampuan produksi. Sementara Samsung terus mengumumkan target jangka panjang, realitas pasar menunjukkan bahwa menutup jarak dengan TSMC memerlukan lebih dari sekadar janji, melainkan eksekusi teknis yang terbukti. Bagi para pelaku industri AI, TSMC tetap menjadi mitra utama yang menyediakan tidak hanya proses litografi terdepan, tetapi juga solusi pengemasan kompleks yang mendukung performa chip generasi berikutnya.

Kesimpulannya, kekurangan chip AI kemungkinan akan berlanjut, namun TSMC menegaskan posisi dominannya lewat strategi ekspansi agresif, kebijakan harga yang terkendali, dan keunggulan operasional yang sulit ditiru. Persaingan dengan Samsung masih berlangsung, namun dalam kerangka waktu yang realistis, TSMC tampaknya tetap berada di garis depan inovasi semikonduktor global.