Trump: Selat Hormuz Tak Boleh Dikuasai Negara Mana Pun
Trump: Selat Hormuz Tak Boleh Dikuasai Negara Mana Pun

Trump: Selat Hormuz Tak Boleh Dikuasai Negara Mana Pun

LintasWarganet.com – 28 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu, 27 Mei, menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak boleh berada di bawah kendali satu negara saja. Dalam konferensi pers di Gedung Putih, ia menyoroti pentingnya selat tersebut bagi keamanan energi global karena menjadi jalur utama bagi hampir setengah produksi minyak dunia.

Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat akan terus memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, dan siap mengambil tindakan militer bila diperlukan untuk melindungi hak pelayaran internasional.

Pernyataan tersebut muncul setelah meningkatnya ketegangan antara Iran dan sekutunya dengan negara-negara Teluk, terutama setelah serangan drone dan kapal tanker yang diduga terkait dengan Iran. Iran sendiri sebelumnya telah mengancam akan menutup selat tersebut sebagai balasan atas sanksi Barat.

  • Strategi Amerika Serikat: Menjaga kebebasan berlayar, meningkatkan kehadiran militer, dan menegaskan dukungan kepada sekutu di kawasan.
  • Implikasi bagi pasar minyak: Penutupan atau gangguan di Selat Hormuz dapat memicu lonjakan harga minyak mentah secara signifikan.
  • Reaksi regional: Negara‑negara seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menyambut pernyataan Trump sebagai dukungan terhadap stabilitas kawasan.
  • Risiko eskalasi: Kenaikan ketegangan dapat berujung pada konfrontasi militer antara angkatan laut AS dan kapal militer Iran.

Para analis menilai bahwa pernyataan Trump mencerminkan kebijakan luar negeri AS yang konsisten sejak masa pemerintahan sebelumnya, yakni menolak dominasi satu negara atas jalur pelayaran strategis. Mereka juga memperingatkan bahwa tindakan militer yang berlebihan dapat memperburuk situasi dan menambah beban ekonomi global.

Ke depan, diperkirakan Amerika Serikat akan terus melakukan patroli reguler di Selat Hormuz serta meningkatkan kerja sama intelijen dengan sekutu‑sekutunya untuk mencegah gangguan terhadap lalu lintas kapal tanker.