LintasWarganet.com – 29 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Rabu (27 Mei) memberikan peringatan tegas kepada Kesultanan Oman agar tidak terlibat dalam proses perundingan yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran. Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak menginginkan pihak ketiga mengintervensi atau mempengaruhi jalannya pembicaraan yang masih rapuh.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa peran Oman dalam mediasi harus tetap terbatas pada fasilitasi logistik, bukan sebagai pihak yang mengarahkan agenda atau menambah tuntutan. Ia menambahkan, “Kami menghargai bantuan Oman, tetapi mereka tidak boleh menjadi pemain utama dalam negosiasi ini.”
Kementerian Luar Negeri Oman menanggapi pernyataan tersebut dengan menegaskan komitmen negara itu untuk mendukung perdamaian regional, namun menolak memberi komentar lebih lanjut mengenai detail peran mereka.
Berikut ini poin‑poin penting dari pernyataan Trump:
- Oman diminta tidak ikut campur dalam pembicaraan strategis antara AS dan Iran.
- Amerika Serikat menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan dan kepercayaan dalam proses negosiasi.
- Keterlibatan Oman boleh terbatas pada dukungan logistik dan penyediaan tempat pertemuan.
- Jika Oman melanggar batasan ini, Washington berhak mengevaluasi kembali kerja sama bilateral.
Para pengamat menilai peringatan ini mencerminkan keengganan Trump untuk membiarkan pihak lain mempengaruhi kebijakan luar negeri AS, terutama dalam isu yang sensitif seperti program nuklir Iran. Di sisi lain, Oman, yang selama ini berperan sebagai perantara antara Tehran dan Washington, harus menyeimbangkan antara peran tradisionalnya dan keinginan AS yang tegas.
Jika perundingan berhasil, dapat membuka peluang pengurangan sanksi ekonomi terhadap Iran serta menurunkan ketegangan di Teluk Persia. Namun, kegagalan atau intervensi pihak ketiga berpotensi memperpanjang konflik dan menimbulkan ketidakstabilan bagi negara‑negara di kawasan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet