LintasWarganet.com – 10 April 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa ia telah secara pribadi menyampaikan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, permintaan untuk menurunkan intensitas serangan militer Israel ke wilayah Lebanon. Permintaan ini disampaikan di tengah ketegangan yang meningkat di perbatasan selatan Israel, dimana serangan udara dan artileri telah menimbulkan kerusakan signifikan.
Trump menekankan pentingnya menghindari eskalasi yang dapat meluas ke konflik regional yang lebih luas, khususnya mengingat situasi yang sudah tegang di Gaza. Menurutnya, langkah penurunan serangan dapat membuka ruang bagi diplomasi dan mengurangi risiko korban sipil di kedua belah pihak.
Pernyataan tersebut muncul setelah laporan media menunjukkan peningkatan serangan Israel ke wilayah selatan Lebanon, termasuk daerah perbatasan yang diduduki oleh kelompok Hizbullah. Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat siap mendukung upaya penurunan ketegangan melalui jalur diplomatik, termasuk kemungkinan mediasi antara Israel dan Lebanon.
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan Trump:
- Permintaan penurunan serangan ditujukan untuk menghindari eskalasi konflik yang dapat melibatkan negara‑negara lain di Timur Tengah.
- Penurunan serangan diharapkan membuka peluang dialog damai antara pihak‑pihak yang terlibat.
- Amerika Serikat tetap berkomitmen mendukung keamanan Israel, namun menekankan pentingnya menghindari korban sipil.
Netanyahu belum memberikan respons resmi secara publik, namun pihak pemerintah Israel menyatakan bahwa operasi militer mereka bertujuan melindungi warga Israel dari serangan roket dan infiltrasi. Situasi di perbatasan selatan Israel‑Lebanon tetap dipantau ketat oleh komunitas internasional.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet