Tradisi arak-arakan hewan kurban meriahkan Idul Adha di Malang
Tradisi arak-arakan hewan kurban meriahkan Idul Adha di Malang

Tradisi arak-arakan hewan kurban meriahkan Idul Adha di Malang

LintasWarganet.com – 27 Mei 2026 | Idul Adha di Malang selalu diwarnai oleh tradisi arak-arakan hewan kurban yang melintasi kawasan Kidul Pasar. Setiap tahun, warga setempat menyiapkan berbagai hewan ternak—seperti sapi, kambing, dan domba—untuk dibawa dalam prosesi yang berwarna-warni.

Arak-arakan dimulai pada sore menjelang Maghrib, ketika para pemilik hewan mengikat tanda identitas dan menjemput para pembeli serta penonton. Sepanjang rute, para peserta menghiasi hewan dengan kain berwarna, bunga, serta kalung buatan tangan, menciptakan pemandangan yang semarak.

  • Sapi: biasanya berukuran besar, menjadi simbol utama dalam kurban.
  • Kambing: pilihan umum karena harganya lebih terjangkau.
  • Domba: sering dipilih untuk keluarga dengan anggaran terbatas.

Proses arak-arakan tidak hanya sekadar transportasi hewan, melainkan ajang sosial yang mempererat hubungan antarwarga. Pedagang makanan tradisional, seperti sate, bakso, dan jajanan pasar, memanfaatkan kesempatan ini untuk menjual dagangannya, sehingga ekonomi lokal mengalami lonjakan penjualan.

Pihak kepolisian dan dinas pariwisata Kota Malang turut berpartisipasi dengan mengatur lalu lintas serta memastikan keamanan selama acara. Mereka menyiapkan pos-pos kontrol di titik-titik strategis untuk memeriksa kesehatan hewan dan memastikan prosedur kurban dilaksanakan sesuai syariat.

Dengan kehadiran arak-arakan, semangat Idul Adha terasa lebih hidup, sekaligus memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk belajar tentang nilai-nilai gotong‑royong, toleransi, dan pentingnya menjaga tradisi lokal.