LintasWarganet.com – 07 April 2026 | Parlemen Vietnam pada hari Senin secara bulat memilih Sekretaris Jenderal Partai Komunis, To Lam, sebagai Presiden Republik Sosialistik Vietnam, menggantikan posisi presiden sebelumnya.
Keputusan tersebut diambil dalam sidang khusus Dewan Nasional yang melibatkan seluruh 498 anggota parlemen. Semua suara yang diberikan menyetujui pencalonan To Lam, menandakan dukungan penuh partai terhadap kandidat tersebut.
To Lam, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keamanan Publik dan pernah memimpin kepolisian nasional, dikenal dengan kebijakan kerasnya dalam penegakan hukum dan upaya memerangi korupsi. Sebelum bergabung ke tingkat tertinggi pemerintahan, ia juga pernah menjadi anggota Komite Sentral Partai Komunis dan memegang sejumlah posisi strategis di provinsi.
- Latar Belakang: Lahir pada 1957, To Lam meniti karier di institusi kepolisian sejak tahun 1970-an.
- Pengalaman Pemerintahan: Menteri Keamanan Publik (2021‑2023), anggota Dewan Nasional sejak 2016.
- Fokus Kebijakan: Penegakan hukum, keamanan dalam negeri, dan reformasi struktural ekonomi.
Pengangkatan To Lam dipandang sebagai kelanjutan kebijakan partai yang menekankan stabilitas politik dan keamanan nasional. Pengamat mencatat bahwa kepemimpinan baru ini kemungkinan akan memperkuat posisi Vietnam di arena internasional, terutama dalam hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara dan mitra ekonomi utama.
Reaksi domestik bersifat positif; banyak anggota parlemen menyatakan kepercayaan penuh pada kemampuan To Lam untuk memimpin negara di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, ketegangan geopolitik, dan kebutuhan modernisasi ekonomi.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet