Terpopuler, Praka Rico Gugur hingga Purbaya Bantah APBN Sisa Rp120 T

LintasWarganet.com – 25 April 2026 | Pasukan Pemelihara Perdamaian Perserikatan Bangsa (UNIFIL) resmi mengumumkan bahwa prajurit Indonesia bernama Praka Rico tewas setelah mengalami luka berat dalam sebuah serangan yang terjadi pada operasi keamanan di wilayah Lebanon. Menurut laporan resmi UNIFIL, insiden tersebut terjadi pada Senin malam ketika kelompok bersenjata tak dikenal melancarkan tembakan ke pos penjagaan yang dijaga oleh prajurit Indonesia.

Praka Rico, yang bertugas sebagai anggota tim pengamanan, dilaporkan berhasil menahan serangan tersebut namun akhirnya tidak dapat diselamatkan di tempat. Tim medis UNIFIL menyatakan bahwa upaya penyelamatan dilakukan secara maksimal, namun luka parah yang diderita mengakibatkan kematian di lokasi kejadian.

Berita ini memicu reaksi beragam di dalam negeri. Kementerian Pertahanan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi dalam misi perdamaian internasional. Sementara itu, perwakilan DPR menuntut klarifikasi lebih lanjut mengenai prosedur keamanan yang diterapkan oleh UNIFIL di zona konflik.

Di sisi lain, Menteri Keuangan, Purbaya, menolak keras tuduhan bahwa sisa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp120 triliun belum tersalurkan. Purbaya menyatakan bahwa data tersebut tidak akurat dan menegaskan bahwa seluruh alokasi anggaran telah dipergunakan sesuai prioritas pembangunan nasional.

Berikut rangkuman singkat terkait kedua peristiwa:

  • 17 April 2024: UNIFIL mengumumkan kematian Praka Rico setelah serangan bersenjata di Lebanon.
  • 18 April 2024: Kementerian Pertahanan mengirimkan ucapan duka dan menegaskan dukungan terhadap misi perdamaian.
  • 19 April 2024: Menteri Keuangan Purbaya membantah laporan media tentang sisa APBN Rp120 triliun.

Insiden ini menyoroti tantangan keamanan bagi pasukan perdamaian Indonesia di luar negeri serta menimbulkan perdebatan politik domestik mengenai transparansi penggunaan anggaran negara. Kedua isu tersebut diperkirakan akan terus menjadi fokus publik dan media dalam beberapa hari ke depan.