LintasWarganet.com – 07 Mei 2026 | Tim Advokasi Undang-Undang Demokrasi (TAUD) menyoroti sejumlah kejanggalan dalam persidangan kasus penyiraman air keras terhadap mantan Wakil Kepala Staf TNI Andrie Yunus yang digelar di Pengadilan Militer Jakarta. Menurut TAUD, proses persidangan tidak memenuhi standar prosedur hukum yang layak, menimbulkan keraguan atas keadilan putusan yang akan dijatuhkan.
Sidang yang berlangsung pada pekan ini memperlihatkan dinamika yang tidak biasa, termasuk intervensi yang dianggap memihak, serta pembatasan hak pembela. Berikut beberapa poin utama yang diangkat oleh TAUD:
- Pembatasan saksi pembela: Pengadilan hanya memperbolehkan satu saksi dari tim pembela, padahal tim pembela mengajukan tiga saksi yang relevan dengan fakta kasus.
- Kurangnya transparansi prosedural: Beberapa tahapan persidangan tidak diikuti secara tertulis, sehingga tidak ada catatan resmi tentang keputusan hakim antara sesi-sesi.
- Pernyataan hakim yang bias: Dalam beberapa kesempatan, hakim mengeluarkan komentar yang terkesan mendukung jaksa penuntut, menimbulkan persepsi keberpihakan.
- Waktu pemeriksaan yang tidak seimbang: Jaksa penuntut diberikan alokasi waktu dua kali lipat dibandingkan tim pembela untuk mengajukan bukti dan argumen.
- Pengabaian bukti video: Rekaman video yang menunjukkan proses penyiraman air keras tidak dipertimbangkan secara penuh oleh majelis hakim.
TAUD menilai bahwa kombinasi faktor-faktor tersebut menciptakan iklim persidangan yang sarat konflik dan drama hukum, serta dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi peradilan militer. Kelompok advokasi menuntut agar Pengadilan Militer melakukan audit independen atas prosedur persidangan, serta memastikan bahwa hak-hak terdakwa dipenuhi secara adil.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan tokoh militer senior yang sebelumnya dikenal luas. Jika terbukti bersalah, Andrie Yunus dapat dijatuhi hukuman penjara serta denda yang signifikan. Namun, TAUD menekankan bahwa keadilan harus dicapai melalui proses yang transparan dan tidak memihak.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet