Tampil di FHA 2026, BRI bantu UMKM asal Papua “Japamo” tarik minat buyer Internasional

LintasWarganet.com – 10 Mei 2026 | Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan daya saing UMKM nasional dengan menampilkan produk UMKM Papua, Japamo, pada ajang Food & Hospitality Asia (FHA) 2026. Partisipasi ini menjadi momentum penting bagi Japamo, sebuah usaha kecil yang memproduksi makanan tradisional berbasis kelapa dan rempah khas Papua, untuk memperluas jangkauan pasar ke tingkat internasional.

BRI menyediakan rangkaian layanan pendampingan yang mencakup pembiayaan modal kerja, pelatihan standar kualitas, serta bantuan pemasaran. Berikut rangkaian dukungan yang diberikan:

  • Pembiayaan Modal Kerja: Kredit lunak dengan bunga kompetitif untuk memperbesar kapasitas produksi.
  • Pelatihan Kualitas dan Sertifikasi: Workshop tentang standar keamanan pangan internasional, serta bantuan proses sertifikasi halal dan HACCP.
  • Strategi Pemasaran: Konsultasi branding, desain kemasan, dan penyiapan materi promosi yang sesuai dengan selera pasar global.
  • Logistik dan Distribusi: Pengaturan rantai pasokan serta jaringan distribusi yang memudahkan ekspor.

Dengan dukungan tersebut, Japamo berhasil menarik minat buyer dari Australia, Jepang, dan Uni Emirat Arab. Pada pameran FHA 2026, produk andalannya—kue kelapa “Kopi Luwak” dan bumbu tradisional “Manu Klasik”—mendapat respons positif, terutama karena keunikan rasa dan penggunaan bahan baku lokal yang berkelanjutan.

Manajer pemasaran Japamo, Maria Tanggol, menyatakan, “Kolaborasi dengan BRI memberi kami kepercayaan diri untuk bersaing di pasar internasional. Kami kini dapat memperkenalkan kekayaan kuliner Papua kepada konsumen dunia tanpa mengorbankan kualitas.”

Selain manfaat ekonomi, proyek ini juga menumbuhkan rasa kebanggaan masyarakat Papua atas warisan budaya kuliner mereka. BRI menargetkan agar pada akhir 2026, minimal 30 UMKM dari daerah terluar dapat menapaki jalur ekspor serupa, memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen makanan tradisional yang kompetitif.