LintasWarganet.com – 27 Mei 2026 | Menko Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp100 miliar untuk pembelian 1.098 ekor sapi kurban yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia menjelaskan bahwa bila dana tersebut memang berasal dari APBN, maka prosesnya harus melalui mekanisme resmi yang melibatkan Kementerian Keuangan dan lembaga terkait.
- Jumlah sapi yang disebutkan: 1.098 ekor.
- Perkiraan biaya: Rp100 miliar (sekitar Rp91 juta per ekor).
- Sumber dana yang dipertanyakan: APBN tahun anggaran berjalan.
Pernyataan ini muncul setelah beredar laporan media sosial yang mengklaim bahwa pemerintah menyediakan dana khusus untuk pembelian sapi kurban bagi Presiden menjelang Idul Adha. Purbaya menekankan bahwa semua pengeluaran negara harus tercatat dalam dokumen anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan dan diawasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Ia menambahkan bahwa apabila ada lembaga atau instansi yang mengajukan permohonan dana untuk keperluan kurban, prosesnya harus melewati prosedur pengajuan, evaluasi, dan persetujuan yang transparan. “Tidak ada alokasi khusus di APBN untuk hal semacam itu. Jika ada, kami akan mengumumkannya secara resmi,” kata Purbaya.
| Item | Jumlah |
|---|---|
| Sapi kurban | 1.098 ekor |
| Anggaran yang diklaim | Rp100 miliar |
| Biaya per ekor (perkiraan) | Rp91 juta |
Sejauh ini, Kementerian Keuangan belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi alokasi dana tersebut. Pengamat keuangan menyarankan agar publik menunggu klarifikasi resmi dari lembaga terkait sebelum menarik kesimpulan.
Kontroversi ini menambah deretan isu terkait transparansi penggunaan APBN di masa pemerintahan baru. Masyarakat dan aktivis anti korupsi menuntut keterbukaan penuh agar setiap pengeluaran negara dapat dipertanggungjawabkan secara publik.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet