LintasWarganet.com – 14 April 2026 | Kerja sama pertahanan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan militer Amerika Serikat terus menguat, terbukti dari frekuensi latihan bersama yang melampaui 170 kali dalam setahun. Angka ini menunjukkan bahwa program Super Garuda Shield bukan satu‑satunya platform kolaborasi, melainkan bagian dari rangkaian kegiatan yang lebih luas.
Super Garuda Shield memang menjadi sorotan utama karena melibatkan operasi udara bersama, namun TNI juga terlibat dalam berbagai latihan lintas domain, mulai dari darat, laut, hingga penanggulangan bencana. Berikut beberapa contoh latihan yang rutin dilaksanakan:
- Cope Thunder – latihan taktis udara yang menekankan interoperabilitas pesawat tempur.
- Cope West – latihan serupa dengan fokus pada operasi di wilayah barat.
- Joint Tactical Airlift – latihan pengangkutan logistik udara bersama.
- Maritime Interdiction – latihan penegakan hukum di perairan internasional.
- Disaster Response Exercise – simulasi penanganan bencana alam.
Setiap jenis latihan dirancang untuk meningkatkan kemampuan TNI dalam mengoperasikan peralatan militer modern, memperkuat standar prosedur bersama, serta memperdalam pemahaman taktis antara kedua belah pihak. Hasilnya, interoperabilitas antar pasukan menjadi lebih seamless, mempercepat respons dalam situasi krisis.
Pemerintah Indonesia menilai bahwa intensitas latihan ini memberikan nilai strategis yang signifikan. Dari sisi anggaran, kolaborasi ini memungkinkan transfer teknologi dan pengetahuan tanpa harus mengeluarkan biaya pengembangan yang tinggi. Sementara pihak Amerika Serikat melihat kerja sama ini sebagai bagian dari strategi Indo‑Pasifik untuk menjaga stabilitas regional.
Dengan lebih dari 170 kali latihan dalam satu tahun, TNI dan militer AS menunjukkan komitmen kuat terhadap keamanan bersama. Kerja sama ini diharapkan terus berlanjut, memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan sekaligus meningkatkan kesiapan pertahanan nasional.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet