Tak Ada Angin, Tak Ada Hujan, Prabowo Mendadak Copot Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN
Tak Ada Angin, Tak Ada Hujan, Prabowo Mendadak Copot Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN

Tak Ada Angin, Tak Ada Hujan, Prabowo Mendadak Copot Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN

LintasWarganet.com – 02 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara mendadak mencabut mandat Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) terhitung sejak 2 Juni 2026. Keputusan ini muncul tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada publik maupun media, menimbulkan spekulasi luas mengenai latar belakang politik dan teknisnya.

Dadan Hindayana, yang dilantik pada akhir 2024, sebelumnya dikenal sebagai pakar gizi dengan pengalaman lebih dari dua dekade di sektor kesehatan masyarakat. Selama menjabat, ia memimpin sejumlah program strategis, antara lain program peningkatan asupan mikronutrien bagi anak balita dan inisiatif sekolah sehat.

Potensi faktor di balik keputusan

  • Dinamik politik internal: Pergantian pejabat senior sering kali dipicu oleh penyesuaian aliansi dalam koalisi pemerintahan.
  • Evaluasi kinerja: Beberapa laporan internal mengindikasikan target penurunan stunting belum tercapai secara signifikan.
  • Isu kebijakan: Kebijakan BGN yang baru-baru ini diproyeksikan mengalami revisi, menuntut kepemimpinan yang lebih selaras dengan agenda Presiden.

Timeline singkat

Tanggal Peristiwa
Des 2024 Dadan Hindayana dilantik sebagai Kepala BGN
Feb 2025 Peluncuran program gizi sekolah sehat
2 Jun 2026 Prabowo Subianto mencabut mandat Dadan Hindayana

Keputusan ini menambah deretan perubahan struktural yang terjadi sejak Presiden Prabowo menjabat pada awal 2024. Pengamat politik menilai langkah tersebut dapat menjadi sinyal penegasan otoritas eksekutif dalam menata birokrasi, sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai stabilitas kebijakan gizi nasional ke depan.

Pengganti sementara Dadan Hindayana belum diumumkan secara resmi. Namun, sumber dalam lingkaran dalam pemerintah menyebutkan bahwa proses seleksi akan dipercepat untuk memastikan kontinuitas program yang sudah berjalan.