Susul Prancis, Inggris Kirim Kapal Perang untuk Bebaskan Selat Hormuz

LintasWarganet.com – 10 Mei 2026 | Inggris telah mengumumkan kesiapan mengirim kapal perang HMS Dragon ke Selat Hormuz dalam rangka meningkatkan keamanan pelayaran di jalur laut yang strategis ini.

Keputusan tersebut muncul setelah Prancis mengirimkan kapal perang serupa ke wilayah yang sama, sebagai respons atas meningkatnya ancaman terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi selat tersebut.

Motivasi dan latar belakang

Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia dan menjadi jalur utama bagi lebih dari seperempat perdagangan minyak dunia. Selama beberapa minggu terakhir, terjadi sejumlah insiden yang menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan navigasi, termasuk serangan drone dan penangkapan kapal oleh milisi yang didukung Iran.

Detail kapal HMS Dragon

HMS Dragon merupakan kapal perusak kelas Type 45 milik Royal Navy, dilengkapi dengan sistem pertahanan udara canggih dan senjata anti-perkapalan. Kapal ini mampu menempuh kecepatan tinggi serta memiliki kemampuan operasi di laut terbuka selama berbulan-bulan.

  • Displacement: sekitar 8.200 ton
  • Senjata utama: meriam 4,5 inci, rudal anti-udara
  • Kapabilitas: pengawasan radar, sistem pertahanan Aegis

Pengiriman HMS Dragon diperkirakan akan dimulai dalam beberapa hari ke depan, dengan tujuan utama memantau lalu lintas kapal, memberikan respon cepat terhadap ancaman, serta menegaskan kehadiran militer Barat di wilayah tersebut.

Dampak geopolitik

Langkah Inggris ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa negara-negara Barat tidak akan membiarkan jalur pelayaran penting ini terganggu. Sementara itu, Iran menolak keberadaan kapal perang asing di dekat perairannya, menuduh tindakan tersebut sebagai provokasi.

Para analis memperkirakan bahwa kehadiran HMS Dragon bersama kapal-kapal sekutu lainnya dapat menurunkan tingkat risiko serangan, namun juga berpotensi meningkatkan ketegangan diplomatik antara Tehran dan negara-negara NATO.

Dengan meningkatnya upaya internasional untuk melindungi Selat Hormuz, perdagangan minyak global diharapkan tetap stabil, meskipun situasi tetap harus dipantau secara ketat.