Survei: Hampir 60 persen warga AS tidak setuju kebijakan ekonomi Trump

LintasWarganet.com – 06 Mei 2026 | Survei terbaru menunjukkan bahwa hampir enam puluh persen warga Amerika Serikat tidak menyetujui kebijakan ekonomi yang diusung oleh Presiden Donald Trump. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2024 dengan melibatkan 1.200 responden dewasa yang dipilih secara acak di seluruh wilayah negara tersebut.

Hasil utama survei mengungkapkan bahwa:

  • 60% responden menyatakan tidak setuju dengan langkah-langkah ekonomi Trump, termasuk pemotongan pajak korporasi dan kebijakan perdagangan proteksionis.
  • Hanya 30% yang mendukung kebijakan tersebut, sementara 10% tidak memberikan pendapat.

Jika dilihat dari afiliasi politik, terdapat perbedaan yang signifikan:

  • Para pendukung Partai Demokrat mencatat tingkat penolakan sebesar 78%.
  • Pendukung Partai Republik menampilkan penolakan lebih rendah, yakni 45%.

Demografi usia juga berpengaruh. Responden berusia 18-34 tahun menolak kebijakan ekonomi Trump sebesar 68%, sedangkan kelompok usia 55 tahun ke atas menolak sebesar 52%.

Para analis menilai bahwa hasil ini mencerminkan kekhawatiran publik terhadap dampak kebijakan fiskal terhadap lapangan kerja dan inflasi. Mereka memperkirakan tekanan politik ini dapat memaksa administrasi Trump untuk meninjau kembali beberapa kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan tarif impor dan insentif pajak.

Meski demikian, pihak kampanye Presiden Trump menegaskan bahwa kebijakan ekonomi yang telah diterapkan telah menghasilkan pertumbuhan PDB sebesar 2,5% pada kuartal terakhir, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor manufaktur.

Secara keseluruhan, survei ini menyoroti adanya ketegangan antara persepsi publik dan data ekonomi resmi, yang kemungkinan akan menjadi bahan perdebatan dalam agenda politik mendatang.