Sulawesi Selatan Perkuat Edukasi Santri untuk Mencegah Kekerasan Seksual di Pesantren
Sulawesi Selatan Perkuat Edukasi Santri untuk Mencegah Kekerasan Seksual di Pesantren

Sulawesi Selatan Perkuat Edukasi Santri untuk Mencegah Kekerasan Seksual di Pesantren

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Pesantren (PPPA) DPPPA Dalduk Kabupaten Sulawesi Selatan, Meisy Papayungan, menyampaikan pada Kamis, 21 Mei, bahwa peningkatan kasus kekerasan seksual di lingkungan pesantren menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Ia menekankan perlunya upaya preventif melalui edukasi intensif bagi santri, guru, serta pengurus pesantren. Program edukasi tersebut mencakup materi tentang hak asasi manusia, batasan perilaku seksual, serta mekanisme pelaporan yang aman dan anonim.

Beberapa langkah konkret yang direncanakan meliputi:

  • Penyuluhan rutin di setiap pondok pesantren yang melibatkan psikolog dan pakar hukum.
  • Pelatihan bagi para guru dan pembina pesantren tentang cara mendeteksi tanda‑tanda penyalahgunaan dan cara memberikan dukungan kepada korban.
  • Pembentukan tim respons cepat yang terdiri dari aparat kepolisian, lembaga perlindungan anak, dan perwakilan pesantren.
  • Pembuatan modul edukasi digital yang dapat diakses oleh santri melalui perangkat seluler.

Selain itu, DPPPA Dalduk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulsel serta Komisi Nasional Anti Kekerasan Seksual (Komnas Perkas) untuk menyelaraskan kebijakan dan memperluas jangkauan program.

Meisy Papayungan menegaskan bahwa pencegahan kekerasan seksual bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, tokoh agama, dan lembaga swadaya masyarakat.

Dengan langkah‑langkah ini, diharapkan lingkungan pesantren di Sulawesi Selatan dapat menjadi tempat belajar yang aman, bebas dari ancaman kekerasan seksual, dan mendukung perkembangan spiritual serta akademik santri.