Stellantis Uji Coba Baterai Solid-State pada Dodge Charger Daytona
Stellantis Uji Coba Baterai Solid-State pada Dodge Charger Daytona

Stellantis Uji Coba Baterai Solid-State pada Dodge Charger Daytona

LintasWarganet.com – 13 Juni 2026 | Stellantis, perusahaan induk dari merek-merek otomotif ternama, baru-baru ini memasang purwarupa baterai solid-state pada mobil listrik berkelas Dodge Charger Daytona. Langkah ini menandai langkah penting dalam upaya mempercepat adopsi teknologi baterai generasi berikutnya yang menjanjikan kepadatan energi lebih tinggi, waktu pengisian lebih singkat, dan keamanan yang lebih baik dibandingkan baterai lithium‑ion konvensional.

Pengujian dilakukan di fasilitas pengembangan internal Stellantis, di mana Charger Daytona yang dimodifikasi diuji pada berbagai kondisi jalan dan suhu ekstrem. Hasil awal menunjukkan peningkatan jarak tempuh hingga 20 % dibandingkan versi dengan baterai lithium‑ion standar, serta pengisian penuh dalam kurang dari 15 menit pada stasiun pengisian cepat khusus.

Berikut beberapa keunggulan utama baterai solid-state yang sedang dievaluasi:

  • Kepadatan energi tinggi: Memungkinkan mobil menempuh jarak lebih jauh dengan bobot baterai yang lebih ringan.
  • Keamanan superior: Elektrolit padat mengurangi risiko kebocoran dan kebakaran.
  • Pengisian ultra‑cepat: Waktu pengisian yang signifikan lebih singkat dibandingkan baterai cair.
  • Umur pakai lebih panjang: Siklus pengisian yang lebih banyak sebelum kapasitas menurun.

Direktur Teknologi Stellantis, John Smith, menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk meluncurkan kendaraan listrik premium dengan performa tinggi pada pertengahan dekade ini. “Kami ingin memastikan bahwa teknologi solid-state tidak hanya menjadi konsep, melainkan terintegrasi dalam produk komersial yang dapat dinikmati konsumen,” ujarnya.

Jika hasil uji coba terus positif, Stellantis berencana memperluas penggunaan baterai solid-state ke model lain dalam portofolio mereknya, termasuk Jeep dan Chrysler. Langkah ini juga dipandang dapat memperkuat posisi Stellantis dalam persaingan global melawan produsen otomotif lain yang tengah mengembangkan teknologi serupa.

Pengembangan baterai solid-state masih menghadapi tantangan produksi massal, terutama terkait biaya material dan proses manufaktur yang kompleks. Namun, keberhasilan tahap prototipe ini memberikan sinyal kuat bahwa industri otomotif semakin mendekati era kendaraan listrik yang lebih efisien dan aman.