Somalia Ancaman Tutup Selat Bab al-Mandeb Karena Pengakuan Israel atas Somaliland, Indonesia Kecam Zionis

LintasWarganet.com – 19 April 2026 | Somalia mengumumkan ancaman penutupan Selat Bab al-Mandeb setelah pemerintah Israel mengakui kemerdekaan Somaliland serta menunjuk duta besar untuk wilayah tersebut. Keputusan tersebut memicu kemarahan tertinggi di Mogadishu, yang menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Afrika Timur.

Bab al-Mandeb, yang terletak di antara Yaman dan Djibouti, merupakan jalur strategis bagi lebih dari lima persen perdagangan dunia, termasuk pengiriman minyak dan barang kebutuhan penting. Penutupan selat akan mengakibatkan penundaan kapal, peningkatan biaya transportasi, serta potensi krisis energi di kawasan.

Dalam pernyataan resmi, pemerintah Somalia menegaskan bahwa langkah penutupan akan dipertimbangkan jika Israel tidak segera mencabut pengakuan tersebut. Pemerintah menambahkan bahwa tindakan tersebut tidak ditujukan kepada negara‑negara lain, melainkan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan luar negeri Israel yang dianggap merusak stabilitas regional.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas perkembangan ini dan secara tegas mengutuk tindakan Zionis. Menteri Luar Negeri menegaskan dukungan Indonesia terhadap kedaulatan semua negara dan menolak segala bentuk pengakuan sepihak yang dapat memicu konflik.

  • Penutupan selat dapat menghambat rute perdagangan utama antara Asia, Eropa, dan Afrika.
  • Biaya pengapalan diperkirakan naik 10‑15% akibat penundaan dan rute alternatif.
  • Negara‑negara pengguna jalur tersebut, termasuk Indonesia, akan mencari alternatif pelayaran melalui Laut Merah atau Samudra Hindia.

Para pakar geopolitik memperingatkan bahwa eskalasi ini dapat menambah ketegangan di kawasan Teluk Afrika, khususnya mengingat keberadaan pangkalan militer asing di Djibouti. Mereka menilai bahwa diplomasi multilateral menjadi satu‑satunya jalan keluar untuk mencegah gangguan pada arus perdagangan global.

Sejauh ini, belum ada respons resmi dari pemerintah Israel mengenai ancaman tersebut. Namun, Israel tetap berpegang pada keputusan pengakuan Somaliland sebagai langkah strategis dalam memperluas jaringan diplomatiknya di wilayah Laut Merah.