Skripsi Numpuk, tapi Bisa Raih Emas? Mahasiswa UNM Ini Buktikan di Pancasila Cup 2026!
Skripsi Numpuk, tapi Bisa Raih Emas? Mahasiswa UNM Ini Buktikan di Pancasila Cup 2026!

Skripsi Numpuk, tapi Bisa Raih Emas? Mahasiswa UNM Ini Buktikan di Pancasila Cup 2026!

LintasWarganet.com – 28 Mei 2026 | Di tengah masa-masa akhir perkuliahan yang biasanya dipenuhi revisi skripsi, sidang, dan persiapan wisuda, tiga mahasiswa Fakultas Universitas Nusa Mandiri (UNM) justru berhasil mengukir prestasi gemilang pada ajang Pancasila Cup 2026.

Pancasila Cup merupakan kompetisi tahunan yang menguji kemampuan berpikir kritis, kolaborasi tim, dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam penyelesaian masalah nyata. Tahun ini, kompetisi diselenggarakan di Jakarta dan diikuti oleh lebih dari 200 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Tim UNM, yang terdiri atas tiga mahasiswa tingkat akhir, mengusung tema “Inovasi Berkelanjutan untuk Pembangunan Nasional”. Meskipun masing‑masing anggota masih bergelut dengan skripsi yang belum selesai—fenomena yang dikenal sebagai “skripsi numpuk”—mereka tetap mampu menyusun strategi yang matang.

  • Penentuan fokus riset yang relevan dengan tema kompetisi.
  • Pembagian tugas yang jelas, sehingga tiap anggota dapat menyelesaikan bagian tugas tanpa mengorbankan progres skripsi.
  • Latihan intensif selama enam minggu, termasuk simulasi presentasi dan sesi tanya‑jawab.

Hasil kerja keras mereka terbukti ketika pada sesi final, tim UNM berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan tim‑tim kuat dari universitas ternama. Juri memuji kualitas analisis data, orisinalitas solusi, dan kemampuan tim dalam mengaitkan temuan dengan nilai‑nilai Pancasila.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi UNM, tetapi juga memberikan motivasi bagi mahasiswa lain yang merasa terbebani oleh tugas akhir. Dekan Fakultas menyatakan bahwa pencapaian ini akan dijadikan contoh dalam program pendampingan akademik dan kompetisi antar‑universitas.

Ke depan, ketiga mahasiswa tersebut berencana melanjutkan penelitian mereka ke jenjang publikasi internasional, sekaligus menyelesaikan skripsi masing‑masing dengan nilai maksimal. Mereka berharap kisah ini dapat menginspirasi generasi mahasiswa untuk tetap produktif meski berada di tengah tekanan akademik.